Terapkan Bisnis Berkelanjutan, Polytama Raih Dua Penghargaan di Ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025

 

Jakarta, 10 Juli 2025 – Komitmen PT Polytama Propindo (Polytama) dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Dalam ajang bergengsi Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025, Polytama berhasil memborong dua penghargaan sekaligus: penghargaan Platinum untuk kategori Pendidikan dan penghargaan Gold untuk kategori Pemberdayaan Ekonomi (Economic Empowerment). Capaian ini mempertegas peran aktif Polytama dalam menjadikan keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Tidak hanya fokus pada kinerja industri, Polytama juga menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan sosial masyarakat sekitar melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berdampak langsung.

Komitmen besar perusahaan dalam menjaga lingkungan juga diwujudkan melalui beberapa program binaan dalam yang memiliki dampak positif, baik secara internal maupun eksternal. Polytama menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dwinanto Kurniawan, Direktur Polytama, menyampaikan, “penghargaan kategori Platinum untuk Pendidikan menjadi bukti kuat keberhasilan kami dalam menginisiasi dan menjalankan program-program edukatif yang adaptif dan kebutuhan industri, khususnya bagi generasi muda dan pelajar di wilayah operasional” ujarnya.

Perusahaan melalui Program binaan yang diinisiasi oleh Polytama yaitu WISE-UP SEHATI telah memberikan hasil konkret yang signifikan terhadap pengembangan edukasi lingkungan di 6
Sekolah. Dari sisi edukasi, penggerakan Duta SEHATI sebagai role model menjadi upaya penting menggunakan pendekatan peer group. Siswa terpilih memiliki kepemimpinan, kepedulian lingkungan, dan kemampuan berkomunikasi mengajak teman sebaya berperilaku ramah lingkungan. Implementasi 26 Duta SEHATI terbukti mendorong adanya peningkatan keterlibatan siswa mencapai 1.519 siswa. Nilai tambahnya, pendekatan ini tidak hanya membentuk kesadaran lingkungan, tetapi juga melatih kepemimpinan sejak dini dengan menanamkan rasa tanggung jawab, keberanian berpendapat, dan kolaborasi. SEHATI tidak hanya aktif melibatkan siswa sebagai aktor utama, tetapi juga melibatkan guru dan kebijakan sekolah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu. “Penghargaan ini merupakan cermin dari kolaborasi yang kuat antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Kami percaya bahwa keberhasilan industri tidak dapat dilepaskan dari kesejahteraan sosial di sekitarnya,” ucap Joko Pranoto selaku Presiden Direktur Polytama.

Sementara itu, penghargaan Gold untuk kategori Economic Empowerment menjadi pengakuan atas kontribusi nyata Polytama dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat. Program pemberdayaan UMKM lokal, pelatihan kewirausahaan, menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal yang dijalankan perusahaan secara berkelanjutan melalui program Si Dia Bang Pilo (Sistem Distribusi Hijau – Pengembangan Pindang Lombang).

Sebelum inovasi diterapkan, Bang Pilo masih mengandalkan dua metode distribusi melalui sepeda kayuh dan motor konvensional. Setelah inovasi diterapkan, distribusi pindang bertransformasi melalui SI DIA dengan memakai Motor Oligotrik. Pemanfaatan oligomer menjadi energi Listrik kemudian disimpan di dalam Charging Station Power Bank Pilo semakin mempermudah pengisian daya secara mandiri. Sistem ini kemudian semakin berkembang melalui sinergi penjualan produk dengan pedagang pindang lainnya dan replikasi kelompok Dahayu. Dahayu merupakan Kumpulan dari beberapa UMKM di Kecamatan Juntinyuat yang kagum terhadap semangat dan keinginan untuk naik kelas seperti Bang Pilo. Seluruh sistem ini membentuk ekosistem distribusi yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan peningkatan pendapatan pelaku UMKM. Menanggapi tantangan tersebut, inovasi SI DIA (Sistem Distribusi Hijau) pada program Bang Pilo muncul sebagai implementasi #EnergiBaik
untuk #PlastikBaik sejak tahun 2024. SI DIA ini memanfaatkan listrik yang dihasilkan dari pengolahan limbah B3 jenis oligomer Polytama. Inovasi ini menunjukkan komitmen Polytama dalam mendukung transisi energi terbarukan pemerintah dengan menggunakan kendaraan listrik (e-vehicle) yang disebut Motor Oligotrik (Oligomer jadi Listrik) sebagai sarana transportasi penjualan.

Lebih dari sekadar tanggung jawab sosial, Polytama memandang kontribusi terhadap masyarakat sebagai investasi sosial jangka panjang. Oleh karena itu, kolaborasi multipihak terus diperluas, termasuk dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas akar rumput.

Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari komitmen Polytama dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada pilar pendidikan berkualitas, pekerjaan
layak dan pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan ketimpangan.

Ajang ISRA 2025 yang diselenggarakan oleh Forum CSR Indonesia dan didukung oleh berbagai kementerian serta lembaga independen ini merupakan salah satu barometer tertinggi dalam pengukuran efektivitas dan dampak program CSR perusahaan di Indonesia. Proses seleksi dilakukan secara ketat oleh dewan juri yang terdiri dari para akademisi, praktisi CSR, dan
tokoh masyarakat. Tahun ini, Polytama dinilai unggul karena tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mampu menyajikan data dampak yang terukur dan terverifikasi. Pendekatan berbasis data ini menjadi nilai tambah di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas CSR masa kini.

Konsistensi Polytama dalam membangun keberlanjutan juga tercermin dalam pelaporan ESG (Environment, Social, Governance) perusahaan. Polytama mencatat peningkatan indeks keberlanjutan internal yang positif, berkat sinergi program CSR dengan strategi bisnis utama. Momentum perolehan dua penghargaan ini diharapkan menjadi penguat semangat seluruh
tim Polytama dalam menghadirkan program sosial yang berdampak jangka panjang. “Kami tidak akan berhenti di sini. Ke depan, pendekatan CSR kami akan semakin berbasis pada
riset kebutuhan masyarakat dan berbasis teknologi digital,” tambah Joko.

Melalui penghargaan ini, Polytama turut mengukuhkan diri sebagai pionir industri petrokimia yang tidak hanya unggul secara teknis dan operasional, tetapi juga adaptif terhadap tantangan sosial-ekologis di sekitarnya. Ajang ISRA 2025 menjadi panggung pembuktian bahwa industri dan tanggung jawab sosial bukan dua hal yang terpisah, melainkan satu kesatuan dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan dan inklusif.

Sebagai perusahaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan antara aspek bisnis dan lingkungan di sekitar, Polytama terus bergerak melampaui ekspektasi, untuk mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap langkah operasionalnya. “Dengan dua penghargaan dari ISRA 2025, Polytama akan terus memperluas dampak positifnya bagi masyarakat, lingkungan, dan masa depan,” tegas Dwinanto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *