Otoritas.id | Probolinggo – Gema takbir berkumandang di berbagai daerah seiring umat Muslim menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Warga Muhammadiyah diketahui merayakan Idul Fitri lebih awal dibandingkan keputusan pemerintah, yakni pada Jumat (20/03/2026) pagi.
Di Kota Probolinggo, persiapan pelaksanaan Shalat Id telah dilakukan di sejumlah titik. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang digelar Muhammadiyah tersebar di berbagai kecamatan dan dikoordinasikan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), termasuk di masjid-masjid Muhammadiyah.
Salah satunya di Masjid Al Hidayah, yang berada di RW 15, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Ratusan jamaah tampak memadati halaman masjid untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri dengan penuh khidmat.

Sebelum pelaksanaan shalat, Takmir Masjid Al Hidayah, Ustaz Kholis, menyampaikan laporan zakat fitrah yang berhasil dihimpun. Tercatat, zakat berupa beras mencapai 267 kilogram serta uang tunai sebesar Rp1.150.000.
“Zakat sudah kami salurkan kepada mustahiq di lingkungan RW 15 Kelurahan Mangunharjo, serta kepada pedagang kecil di Pasar Mangunharjo,” ujar Ustaz Kholis.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para jamaah yang telah mempercayakan penyaluran zakat melalui takmir masjid. “Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua,” tambahnya.
Usai laporan zakat, pelaksanaan Shalat Idul Fitri dipimpin oleh Ustaz M. Erfan Riyadi sebagai imam sekaligus khatib. Jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk hingga akhir khutbah.

Dalam khutbahnya, Ustaz Erfan mengajak jamaah untuk tetap menjaga kedekatan dengan Allah SWT meski bulan Ramadan telah berakhir. Ia menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum melatih kesabaran dan meningkatkan keimanan.
“Ramadan adalah tempat kita melatih diri. Semoga di hari yang fitri ini kita menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, sebagai sarana penyucian diri dan harta. Selain itu, ia mengingatkan bahwa infaq merupakan bagian dari rezeki orang lain yang dititipkan kepada setiap Muslim.

Sementara itu, Ketua RW 15 Kelurahan Mangunharjo, H. Adhyrizma Firtana, menyampaikan bahwa perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri antara Muhammadiyah dan pemerintah merupakan hal yang sudah lazim terjadi.
Menurutnya, perbedaan tersebut seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat toleransi dan saling menghargai antarwarga.
“Mari kita saling menghargai, saling mengerti, dan menjaga toleransi dalam setiap perbedaan, khususnya bagi warga yang merayakan lebih dahulu,” pesannya. (Septyan)







