Majalengka – Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al-Islami yang beralamat di Desa Weragati, Palasah, Majalengka gelar kegiatan apel tahunan dalam rangka pekan perkenalan Khutbatul Arsy dan Olimpiade, Ahad (20/07/2025).
KH. Muhammad Abdul Latif S.Sy., M.Pd. Pengasuh Pontren Modern Nurul Fajri menerangkan, kegiatan Khutbatul Arsy merupakan khutbah tertinggi dari Kiyai untuk memperkokoh dan memperbaharui niat-niat santri sebelum memulai tahun ajaran baru.
“Biasanya di Khutbatul Arsy itu, kita mengadakan Olimpiade sains dan olahraga sebagai sebuah pengenalan kepada santri baru,” Terang KH. Muhammad Abdul Latif saat diwawancarai oleh pihak media.
Berdasarkan keterangannya, jumlah santri di Pontren modern Nurul Fajri berjumlah 397 orang, dari berbagai daerah seperti Jabodetabek, Sumatra, Jawa Tengah, dan kebanyakan dari wilayah 3 Ciayumajakuning dan sekitarnya.
Jenjang pendidikan yang diampu oleh Pontren modern Nurul Fajri dimulai jenjang pendidikan SMP sampai SMA sederajat, yang diampu oleh kurang lebih 70 tenaga pendidik, baik tenaga pendidik mukim maupun non mukim. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum terintegrasi Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.
Pontren yang berdiri sejak Bulan Rajab/Juni 2010 ini memiliki sistem pendidikan terpadu, artinya pendidikan yang diberikan sepaket pondok pesantren dan sekolah atau tidak dapat berdiri sendiri antara mondok atau sekolahnya saja.
KH. Muhammad Abdul Latif menjelaskan bahwa lulusan Pontren modern Nurul Fajri tak kalah berprestasi dari tempat pendidikan lain, lulusannya ada yang menjadi anggota TNI dan POLRI, banyak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi baik Negeri maupun swasta. Bahkan lulusan Pontren ini telah go Internasional, ada yang berangkat ke Australia, Yaman, dan Mesir.
KH. Muhammad Abdul Latif menanggapi isu Pesantren yang didiskreditkan oleh keadaan, bahkan ia mengaku diundang untuk musyawarah besar para Kiyai di Bandung untuk memprotes mengenai diskredit pondok pesantren yang menyebabkan banyaknya pengurangan santri di pondok pesantren, namun ia memilih untuk tidak menghadiri undangan.
“Saya punya keyakinan bahwa, pesantren yang didasari dengan keikhlasan pendiriannya, gurunya ikhlas dalam mengajar, santrinya ikhlas dalam belajar akan Allah jamin semuanya,” Jelasnya
“Kiyai-kiyai yang ikhlas harusnya tidak perlu banyak khawatir, karena sebelum masalah ini, sudah banyak masalah-masalah pesantren dan pesantren berhasil melestarikan sampai sekarang, dan mudah-mudahan sampai yaumul qiyamah,” Pungkasnya.
Firdan Khaidar Sukmara selaku Ketua Pelaksana Kegiatan tersebut, menerangkan tujuan kegiatan Khutbatul Arsy untuk memperkenalkan biografi, lingkungan dan kegiatan pembelajaran di ponpes modern Nurul Fajri.
“Kegiatan diikuti semua jenjang mulai kelas 1 SMP sampai kelas 3 SMA, karena untuk mengenal pondok pesantren dibutuhkan waktu, bukan 1 bulan atau 1 tahun,” Terang Firdan yang juga sebagai guru pengampu di ponpes.
Ia juga menyampaikan, setelah kegiatan Khutbatul Arsy hari ini, besok akan dilaksanakan kegiatan kuliah umum dengan materi kepesantrenan, kedinasan dan juga kedisiplinan. Kemudian di hari lusanya akan ada kegiatan Olimpiade sains, olahraga dan juga kesenian.
“Di pondok pesantren modern Nurul Fajri, kita ditekankan berbahasa Arab dan Inggris dalam kegiatan sehari-hari, minggu pertama bahasa Arab dan minggu berikutnya bahasa Inggris,” Terangnya.
“Hal ini, menurut saya, sebuah keharusan, dengan bisa berbahasa Arab, kita bisa memahami Agama, terlebih kitab suci Al-Qur’an dan hadis ditulis dalam bahasa Arab. Untuk bahasa Inggris sendiri, merupakan bahasa Internasional, untuk mengimbangi kemajuan zaman dan teknologi, kita harus bisa berbahasa Inggris.” Pungkasnya. ***(Agung A)







