Harga Plastik Naik, Ketua Komisi III DPRD Majalengka Iing Misbahuddin Desak Pemerintah Majalengka Lindungi UMKM

Majalengka – Berdasarkan pantauan situasi terkini per April 2026 atas keluhan masyarakat, Ketua Komisi III DPRD Majalengka H. Iing Misbahudin menyoroti lonjakan harga bahan pokok dan bahan baku plastik yang meroket, meskipun pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak naik.

Kenaikan harga plastik menjadi sorotan Ketua Komisi III DPRD Majalengka Fraksi PKS H. Iing Misbahuddin mendesak pemerintah Kabupaten Majalengka segera melakukan intervensi pasar untuk melindungi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari dampak harga plastik naik yang kian membebani biaya produksi.

Bacaan Lainnya

Ia meminta Kementerian Perdagangan mengambil langkah strategis untuk mengendalikan harga serta menjamin ketersediaan bahan baku di dalam negeri. Menurutnya, stabilitas pasokan menjadi kunci agar UMKM tetap bertahan di tengah gejolak global.

“Pemerintah Kabupaten Majalengka perlu segera melakukan stabilisasi melalui pengawasan distribusi bahan baku serta penguatan industri petrokimia nasional agar ketergantungan terhadap pasokan global bisa dikurangi.”Ujar Iing Misbahudin saat di wawancara Media pada Jum’at 10 April 2026.

Lonjakan Harga Plastik, Iing Misbahuddin menerima laporan kenaikan harga plastik yang sangat signifikan, bahkan mencapai 50 hingga 100 persen, yang berdampak serius pada UMKM. Kenaikan terjadi pada plastik kemasan, gelas plastik, dan plastik kiloan.

“Penyebab Kenaikan Meskipun harga BBM domestik stabil, kenaikan harga plastik diduga kuat karena faktor global, terutama perang di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok bahan baku petrokimia (turunan minyak dan gas).” Ucapnya

Legislator PKS menekankan Dampak pada UMKM bahwa kenaikan harga plastik secara langsung meningkatkan biaya operasional UMKM, terutama sektor kuliner/pedagang makanan yang menggunakan plastik sebagai kemasan utama. Banyak pedagang terpaksa menipiskan margin keuntungan karena dilema untuk menaikkan harga jual.

“Dinas Perdagangan Majalengka dan pemerintah pusat untuk segera melakukan intervensi pasar, pengawasan distribusi, dan mencari solusi atas lonjakan harga ini agar tidak terus membebani daya beli masyarakat.Alternatif Lain, Akibat kenaikan harga bahan plastik, beberapa pengrajin kecil mulai beralih menggunakan kemasan tradisional seperti daun pisang.”Tegas Iing Misbahuddin

Iing Misbahuddin menjelaskan Di pasar domestik, harga plastik naik dilaporkan mencapai 30-80 persen. Kenaikan ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku utama seperti nafta akibat memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Gangguan distribusi serta kenaikan harga minyak global turut memperparah kondisi. Akibatnya, biaya produksi meningkat dan berpotensi mendorong kenaikan harga barang jadi, terutama produk UMKM yang menggunakan plastik sebagai kemasan.

“Bahwa tidak hanya plastik, tetapi juga pupuk, obat-obatan, hingga pakaian jadi berpotensi mengalami kenaikan harga karena biaya produksi yang meningkat.” Pungkasnya

Situasi ini menyoroti cost push inflation, di mana harga barang naik bukan karena kenaikan energi domestik, melainkan faktor eksternal (rantai pasok global).***(kodir).

Pos terkait