Probolinggo – Upaya memperkuat peran kelembagaan masyarakat terus digencarkan di wilayah Kelurahan Jrebeng Kidul. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) yang digelar pada Kamis (16/4/2026) siang, dengan fokus membangun kolaborasi antara warga dan pemerintah kelurahan.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Kyai Ilyas tersebut diinisiasi oleh Pokmas Salju dan diikuti ratusan peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader PKK, Posyandu, LPM, Karang Taruna, hingga perwakilan RT dan RW se-Kelurahan Jrebeng Kidul.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam agenda ini, di antaranya Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekretaris Camat Wonoasih M. Avicinna Dipayana, Kabid Daya Sosial Masyarakat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Probolinggo Ratih Sudarmanti, Lurah Jrebeng Kidul M. Gozhali, Babinsa Jrebeng Kidul Serma Agus Purnomo, serta Bhabinkamtibmas Jrebeng Kidul Aipda Fauzan, Ketua Pokmas Salju sekaligus Ketua RW 01 Jrebeng Kidul Taufik Hidayat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa LKK memiliki posisi penting dalam pembangunan berbasis masyarakat. Ia menyebutkan, sesuai regulasi daerah, lembaga tersebut menjadi mitra strategis lurah dalam merancang hingga mengawal pelaksanaan program pembangunan.
Menurutnya, keberadaan LKK tidak hanya sebatas pelengkap struktur pemerintahan, melainkan menjadi penghubung langsung antara pemerintah dengan masyarakat. Peran ini dinilai krusial dalam mendorong keterlibatan aktif warga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Aminuddin juga mengaitkan penguatan LKK dengan visi pembangunan daerah yang terangkum dalam jargon “Probolinggo Bersolek”. Ia berharap kegiatan pembinaan mampu mempererat kerja sama lintas elemen demi mewujudkan kota yang bersih, nyaman, dan berdaya saing.
Selain itu, ia menyinggung sejumlah program prioritas nasional yang mulai dijalankan di daerah, seperti pembentukan Koperasi Merah Putih dan pengoperasian Dapur SPPG. Menurutnya, optimalisasi kedua program tersebut berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
“Jika berjalan maksimal, perputaran ekonomi daerah bisa meningkat drastis dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Jrebeng Kidul M. Gozhali menyampaikan bahwa pembinaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta semangat kerja para pengurus LKK. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan partisipasi warga dalam menyukseskan berbagai program pembangunan.
“Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama. LKK harus mampu menjadi motor penggerak gotong royong di lingkungan masing-masing,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap LKK di tingkat kelurahan semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan kota yang tidak hanya tertata, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.







