Otoritas.id | Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo menunjukkan keseriusannya dalam merespons keresahan warga terkait meningkatnya aksi kejahatan jalanan. Melalui kolaborasi tiga organisasi perangkat daerah, yakni Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dilakukan penataan lingkungan dengan fokus pada optimalisasi penerangan jalan umum (PJU).
Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan pemangkasan pohon di sejumlah titik strategis yang selama ini dinilai menghambat cahaya lampu jalan. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa ruas jalan menjadi gelap, terutama pada malam hari, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat.
Aksi lapangan ini melibatkan petugas gabungan yang bekerja secara simultan di beberapa lokasi. Dengan peralatan khusus, mereka memangkas ranting dan dahan yang menutupi lampu PJU agar pencahayaan kembali maksimal dan menjangkau seluruh badan jalan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Boedi Harjanto, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal penataan lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.
Ia menjelaskan bahwa minimnya penerangan akibat tertutup vegetasi dapat menciptakan titik rawan kejahatan. Oleh karena itu, penanganan dilakukan secara terpadu agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Ini merupakan bentuk sinergi nyata antarinstansi dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada lagi titik gelap yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan,” ungkap Boedi Harjanto.
Selain meningkatkan aspek keamanan, kegiatan ini juga bertujuan menjaga keselamatan pengguna jalan. Dahan pohon yang terlalu rimbun berpotensi patah sewaktu-waktu, terutama saat cuaca ekstrem, sehingga perlu dilakukan penanganan sejak dini.
Pemerintah Kota Probolinggo memastikan kegiatan serupa akan terus berlanjut dengan menyasar lokasi-lokasi lain yang memiliki potensi kerawanan serupa. Partisipasi masyarakat juga diharapkan untuk melaporkan titik-titik yang membutuhkan penanganan agar upaya ini berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. (Septyan)







