Dishub Gelar Rakor Forum LLAJ Bahas Penataan Wajah Baru Kota Kraksaan

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)

Otoritas.id || PROBOLINGGO. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Selasa (11/2/2025). Rakor ini dilakukan untuk membahas sejumlah program penataan wajah baru Kota Kraksaan dalam rangka mendukung program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo.

Beberapa program kegiatan yang menjadi fokus utama dalam rakor ini antara lain perapian kabel Telkom/PLN, penerapan konsep jalur sepeda di Kota Kraksaan, penataan parkir di Stadion Gelora Merdeka, uji coba rekayasa lalu lintas di sekitaran Alun-alun Kraksaan serta rencana pelebaran jalan di Jalan Mayjen Sutoyo.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Juwono Prasetijo Utomo ini dihadiri oleh 22 peserta yang terdiri dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, instansi vertikal serta sejumlah stakeholder lainnya.

Rakor ini melibatkan PT Telkom, PLN ULP Kraksaan, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional serta perusahaan-perusahaan teknologi seperti ICON+, BIZNET dan HSP. Tidak ketinggalan Forkopimka Kraksaan, Jasa Raharja dan Organda.

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto menyampaikan rakor Forum LLAJ Kabupaten Probolinggo ini merupakan bentuk sinergitas antara beberapa stakeholder dalam melaksanakan mendukung program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo terpilih. Diantaranya perapian kabel Telkom/PLN, penerapan konsep jalur sepeda di Kota Kraksaan, penataan parkir di Stadion Gelora Merdeka, uji coba rekayasa lalu lintas sekitaran Alun-alun Kraksaan dan rencana pelebaran jalan di Jalan Mayjen Sutoyo.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari semua pihak terkait guna mengoptimalkan pelaksanaan program-program tersebut. Kami berharap dalam rakor ini bisa tercapai kesepakatan mengenai program-program yang telah dirancang. Semua pihak terkait dapat memberikan kontribusi untuk memastikan kelancaran implementasi kegiatan yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Juwono Prasetijo Utomo mengatakan pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah dan pihak-pihak terkait dalam mempercepat pembangunan, terutama dalam menciptakan Kota Kraksaan yang lebih tertata, aman dan ramah bagi masyarakat.

“Kerjasama antara OPD dan lembaga terkait sangat diperlukan untuk percepatan terwujudnya wajah baru Kota Kraksaan yang lebih indah dan tertata. Program-program strategis yang sudah disusun akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah,” katanya.

Salah satu kegiatan penting yang dibahas adalah perapian kabel Telkom dan PLN di Kota Kraksaan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan estetika kota, mengurangi kesemrawutan kabel yang menggantung serta memastikan sistem kelistrikan dan telekomunikasi yang lebih aman dan efisien.

“Kegiatan ini melibatkan kerjasama dengan petugas teknis dari PLN dan Telkom serta partisipasi aktif dari masyarakat untuk merapikan kabel-kabel yang tidak teratur,” jelasnya.

Selain itu, Dishub juga berencana membangun jalur sepeda di beberapa ruas jalan utama yang strategis di Kota Kraksaan. Program ini dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

“Jalur sepeda yang akan dibangun juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan serta meningkatkan kualitas udara dengan mempromosikan penggunaan transportasi berkelanjutan,” terangnya.

Program lainnya yang menjadi sorotan dalam rakor ini adalah penataan area parkir di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan sistem parkir yang lebih efisien, mengurangi kemacetan serta memberikan kenyamanan bagi pengunjung stadion.

“Dengan adanya zonasi parkir dan peningkatan fasilitas pendukung, diharapkan pengunjung dapat lebih mudah dalam mengakses stadion tanpa harus menghadapi kesulitan parkir,” tambahnya.

Selain itu, uji coba rekayasa lalu lintas di sekitar Alun-alun Kraksaan juga menjadi salah satu fokus utama. Untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki, Alun-alun Kraksaan akan dijadikan area pedestrian yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor.

“Rekayasa lalu lintas ini akan melibatkan perubahan arah jalan serta pengoptimalan area parkir. Proses uji coba akan dilakukan secara bertahap dan dievaluasi untuk melihat dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas,” tegasnya.

Tidak kalah penting, rencana pelebaran Jalan Mayjen Sutoyo juga dibahas dalam rakor ini. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jalan guna mengurangi kemacetan serta memperlancar arus transportasi, khususnya di kawasan yang memiliki volume kendaraan tinggi.

“Pelebaran ini mencakup penambahan lajur kendaraan, perbaikan drainase dan peningkatan fasilitas pendukung seperti trotoar bagi pejalan kaki dan pemasangan rambu lalu lintas yang lebih jelas. Diharapkan, proyek pelebaran ini dapat mendukung perkembangan ekonomi serta mempermudah akses menuju pusat-pusat kegiatan di Kota Kraksaan,” lanjutnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kabupaten Probolinggo Bambang Singgih Hartadi mengungkapkan hasil dari rakor Forum LLAJ Kabupaten Probolinggo dituangkan dalam kesepakatan bersama yang akan dilanjutkan dengan survey bersama pada minggu depan.

“Minggu depan akan ditindaklanjuti untuk rapat dan survey perapian yang akan dikoordinir Diskominfo. Untuk konsep jalur sepeda di Kota Kraksaan akan dilakukan survey terlebih dahulu agar dapat sesuai dengan aturan dan mengutamakan keselamatan, kelancaran dan kenyamanan lalu lintas. Untuk penataan parkir di Stadion Gelora Merdeka perlu adanya MoU antara OPD pengampu dengan pihak ketiga untuk parkir di Stadion Kraksaan dan samping Kantor DLH di Kraksaan,” ungkapnya.

Dengan adanya sinergitas yang kuat antara berbagai pihak, Bambang mengharapkan seluruh program yang telah disusun dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta kemajuan Kabupaten Probolinggo.

“Program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo terpilih ini diharapkan menjadi langkah awal menuju terwujudnya pembangunan yang lebih modern, tertata dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Fahrulmozza

Pos terkait