Dari Tenun, Almira Try Suhandy Bawa Wastra Nusantara Naik Kelas

MAJALENGKA – Di tengah arus mode global yang serba cepat, Ny. Almira Try Suhandy MS justru memilih jalan yang tidak biasa: mengangkat wastra Nusantara ke panggung high-fashion kontemporer. Bagi Almira, kain tenun bukan sekadar material, melainkan identitas yang harus terus hidup—bukan disimpan di lemari sejarah.

Perempuan kelahiran Bandar Lampung, 16 Maret 1998 ini dikenal sebagai desainer dan fashion stylist yang piawai memadukan estetika modern dengan filosofi tradisi. Latar belakang pendidikannya di LaSalle College International Jakarta menjadi fondasi kuat dalam membentuk perspektif globalnya di industri mode.

Nama Almira mulai diperhitungkan sejak karyanya tampil di panggung bergengsi seperti Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) pada 2018–2019, serta keterlibatannya dalam Bogor Model Hunt dan World Ikat Textile Symposium 2019. Di tangan Almira, wastra yang selama ini dianggap “seremonial” diolah menjadi busana modern—mulai dari potongan asimetris, blazer minimalis, hingga gaun elegan yang tetap menyimpan ruh tradisi.

“Wastra itu bukan masa lalu. Ia bisa jadi masa depan kalau diolah dengan cara yang tepat,” menjadi semangat yang tercermin dalam setiap rancangannya.

Ciri khas desain Almira terletak pada penggunaan tenun sebagai elemen utama, bukan sekadar aksen. Ia memadukannya dengan siluet kontemporer yang berani namun tetap fungsional. Hasilnya, busana yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman makna.

Tak hanya berkiprah di dunia fashion, Almira juga aktif dalam organisasi. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Penerangan dan Redaksi (Penred) Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 321 Majalengka.

Perannya di organisasi ini menunjukkan sisi lain dari dirinya—seorang komunikator yang mendorong citra organisasi menjadi lebih modern dan adaptif di era digital.
Sebagai istri dari Kapten Inf. Try Suhandy MS yang bertugas sebagai Pasilog di Yonif 321, Almira mampu menjaga keseimbangan antara karier profesional dan tanggung jawab keluarga serta organisasi. Kombinasi ini menjadikannya sosok perempuan muda yang inspiratif.

Perjalanan kariernya juga mencakup pengalaman sebagai fashion stylist untuk berbagai brand nasional, hingga pernah menjabat sebagai Senior Analyst di Momento Company serta berkolaborasi dengan media seperti Majalah Nova. Teranyar, ia juga berperan sebagai Assistant Fashion Designer di Dazluq Brand (2024–2025).

Bagi Almira, kreativitas adalah jembatan antara tradisi dan masa depan. Melalui karya-karyanya, ia membuktikan bahwa wastra Nusantara tidak harus terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi bisa menjadi simbol kemewahan baru yang relevan dengan generasi modern.

Di tengah geliat industri fashion yang terus berubah, langkah Almira terasa seperti pengingat halus: bahwa akar budaya, jika dirawat dengan visi, justru bisa menjadi kekuatan terbesar untuk bersaing di panggung dunia.***(kodir).

Pos terkait