Wakapolres Probolinggo Kota Serap Aspirasi Warga dalam Curhat Kamtibmas di Kelurahan Sumbertaman

Otoritas.id | Probolinggo – Upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat terus dilakukan Polres Probolinggo Kota melalui program Curhat Kamtibmas. Kali ini kegiatan digelar di Poskampling RT 001 RW 002 Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Selasa (04/08/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Wiwin Rusli, Kasat Binmas Polres Probolinggo Kota Iptu Heroe Arijanto, Muspika Kecamatan Wonoasih, Lurah Sumbertaman, Ketua RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, LPM Kelurahan Sumbertaman, serta FKDM setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Wonoasih.

Bacaan Lainnya

Curhat Kamtibmas merupakan program komunikasi dua arah yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, masukan, maupun keluhan terkait situasi keamanan dan ketertiban di lingkungannya. Program ini juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk mendeteksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat.

Mengawali dialog bersama warga, Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Wiwin Rusli menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan lingkungan sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat. Menurutnya, keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Melalui Curhat Kamtibmas ini kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi harapan, keluhan, maupun persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, kami dapat mengetahui kondisi riil di lapangan sehingga langkah penyelesaian yang dilakukan bisa lebih tepat sasaran,” kata Kompol Wiwin Rusli.

Ia menyebutkan bahwa berbagai informasi yang disampaikan masyarakat memiliki nilai penting dalam mendukung tugas kepolisian. Bahkan, informasi sederhana yang disampaikan warga sering kali menjadi awal terungkapnya berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

“Kami tidak ingin hanya menerima laporan ketika masalah sudah besar. Justru melalui forum seperti ini kami ingin mengetahui potensi permasalahan sejak awal agar dapat segera dilakukan langkah pencegahan bersama-sama,” ujarnya.

Kompol Wiwin juga mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan budaya ronda malam dan menjaga eksistensi poskamling sebagai pusat kegiatan keamanan lingkungan. Menurutnya, kehadiran warga dalam kegiatan siskamling merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keamanan lingkungan masing-masing.

“Poskamling bukan sekadar bangunan atau tempat berkumpul warga. Poskamling adalah simbol kebersamaan dan kewaspadaan masyarakat. Ketika warga aktif menjaga lingkungannya, pelaku kejahatan akan berpikir dua kali untuk melakukan aksinya,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Di era digital saat ini, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu keresahan bahkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak. Jangan mudah membagikan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Jika ada informasi yang meresahkan, silakan berkoordinasi dengan aparat setempat atau kepolisian,” imbuhnya.

Menutup arahannya, Wakapolres berharap sinergi yang telah terjalin antara masyarakat, pemerintah kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kepolisian dapat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.

Pada kesempatan yang sama, Kasat Binmas Polres Probolinggo Kota Iptu Heroe Arijanto menegaskan bahwa Curhat Kamtibmas merupakan salah satu program yang efektif untuk membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, kedekatan tersebut sangat penting dalam mendukung keberhasilan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada kepolisian. Dengan begitu, setiap permasalahan yang muncul di lingkungan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada,” ujar Iptu Heroe Arijanto.

Ia menambahkan bahwa masyarakat merupakan mitra utama kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah. Karena itu, peran aktif warga sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi maupun melakukan pengawasan terhadap lingkungan masing-masing.

“Kami berharap masyarakat tidak ragu berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah pencegahan dapat dilakukan,” katanya.

Menurut Iptu Heroe, keamanan yang terjaga dengan baik akan berdampak positif terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, budaya saling peduli dan semangat gotong royong harus terus dipertahankan sebagai modal sosial dalam menjaga kondusivitas lingkungan.

“Keamanan yang baik lahir dari kepedulian bersama. Ketika masyarakat kompak, saling mengingatkan, dan aktif menjaga lingkungannya, maka berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diminimalisir,” pungkasnya.

Dialog yang berlangsung hangat tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai masukan terkait keamanan lingkungan, kenakalan remaja, hingga upaya pencegahan tindak kriminalitas. Seluruh aspirasi yang disampaikan mendapat perhatian dan tanggapan langsung dari jajaran kepolisian maupun unsur Muspika yang hadir.

Melalui kegiatan Curhat Kamtibmas ini, Polres Probolinggo Kota berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin kuat sehingga tercipta sistem deteksi dini yang efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Probolinggo. (Septyan)

Pos terkait