Otoritas.id | Probolinggo – Suasana penuh kekeluargaan mewarnai tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Afiliasi Wartawan Probolinggo Raya (AWPR) yang digelar di Kantor Sekretariat AWPR, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Kamis (1/10/2026) siang.
Mengusung konsep sederhana, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati perjalanan enam tahun organisasi wartawan di Probolinggo Raya, tetapi juga diisi dengan doa bersama serta kepedulian sosial kepada warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan sekretariat.
Tasyakuran dihadiri Plt. Kasi Trantib Kecamatan Kedopok Wagito yang mewakili Camat Kedopok, KRI Satlantas Polres Probolinggo Kota Ipda Encik Amanda Putra yang mewakili Kasatlantas, Pengurus DPD Ahlulbait Indonesia, serta jajaran pembina, pengurus dan anggota AWPR.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Yaasin dan tahlil yang dipimpin Humas DPD Ahlulbait Indonesia. Suasana khidmat terasa ketika seluruh peserta mengikuti lantunan doa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keberkahan bagi perjalanan AWPR ke depan.
Usai pembacaan Yaasin dan tahlil, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada sejumlah lansia dan dhuafa yang tinggal di sekitar kantor sekretariat AWPR.
Bantuan tersebut berupa 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, gula, mi instan serta sejumlah bahan kebutuhan pokok lainnya. Penyaluran sembako menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT AWPR yang diarahkan tidak sekadar menjadi kegiatan internal organisasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Plt. Kasi Trantib Kecamatan Kedopok Wagito yang hadir mewakili Camat Kedopok menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tasyakuran HUT ke-6 AWPR. Menurutnya, keberadaan organisasi wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai unsur di wilayah.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan AWPR. Selain memperingati hari jadi, kegiatan ini juga diisi dengan kepedulian kepada lansia dan dhuafa. Mudah-mudahan AWPR semakin maju, semakin solid, dan terus bisa bersinergi dengan pemerintah maupun masyarakat,” ujar Wagito.
Sementara itu, Ketua AWPR Fahrul Mozza mengatakan bahwa peringatan HUT ke-6 menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar AWPR untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan organisasi selama enam tahun sekaligus memperkuat kebersamaan antaranggota.
“Enam tahun bukan waktu yang singkat. Tentu banyak dinamika dan perjalanan yang telah dilalui bersama. Melalui tasyakuran ini, kami ingin menjaga kekompakan dan kebersamaan, sekaligus berbagi dengan masyarakat sekitar. Semoga AWPR ke depan semakin solid, profesional dan dapat memberikan kontribusi positif bagi Probolinggo Raya,” kata Fahrul.
Setelah rangkaian sambutan, suasana kembali berlangsung khidmat. Seluruh hadirin menundukkan kepala untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi para leluhur serta mengenang teman-teman seprofesi yang telah terlebih dahulu dipanggil Sang Pencipta.
Panjatan doa tersebut kembali dipimpin oleh Humas DPD Ahlulbait Indonesia. Doa bersama itu menjadi salah satu bagian penting dalam tasyakuran, sekaligus menjadi pengingat bagi keluarga besar AWPR agar senantiasa menghargai perjalanan dan jasa orang-orang yang telah mendahului.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh pengurus AWPR. Potongan tumpeng secara khusus diberikan kepada para tamu undangan sebagai simbol rasa syukur sekaligus bentuk penghormatan dan kebersamaan antara AWPR dengan para pihak yang selama ini turut mendukung kegiatan organisasi.
Usai pemotongan tumpeng, kegiatan ditutup dengan ramah tamah. Para tamu undangan, pembina, pengurus dan anggota AWPR tampak berbaur dalam suasana akrab.
Tasyakuran HUT ke-6 tersebut pun menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen AWPR dalam menjalankan peran organisasi serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat di wilayah Probolinggo Raya.







