Otoritas.id | Probolinggo – Dalam rangka memperkuat sinergi dan membangun kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengurangan risiko bencana, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo melakukan silaturahmi ke Markas Kodim 0820/Probolinggo, Jumat (30/10/2026) siang.
Kedatangan rombongan yang terdiri dari 10 pengurus FPRB Kota Probolinggo tersebut dipimpin langsung oleh Ketua FPRB, Sugeng Nufindarko. Rombongan disambut hangat oleh Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo Apriyantono, didampingi Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Caj Aminudin Abadi.
Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai pertemuan tersebut. Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan keberadaan organisasi FPRB sekaligus membangun komunikasi dan koordinasi dengan jajaran TNI, khususnya Kodim 0820/Probolinggo, dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah Kota Probolinggo.
Dalam kesempatan itu, Ketua FPRB Kota Probolinggo Sugeng Nufindarko menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Dandim beserta jajaran. Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai langkah awal mempererat hubungan kelembagaan dan membuka ruang kerja sama dalam bidang pengurangan risiko bencana.
Sugeng juga memperkenalkan satu per satu pengurus FPRB yang hadir, sekaligus menjelaskan peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, FPRB memiliki kepengurusan dengan berbagai bidang yang saling melengkapi, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, komunikasi dan informasi kebencanaan, edukasi masyarakat, hingga dukungan dalam penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.
Ia menegaskan bahwa setiap pengurus memiliki tanggung jawab sesuai bidang masing-masing, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan FPRB dapat berjalan secara terarah, terkoordinasi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembagian peran tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas organisasi agar mampu berkontribusi secara optimal dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana.
Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan bahwa FPRB merupakan forum multipihak yang menjadi mitra strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo. Keberadaan forum ini diharapkan mampu memperkuat keterlibatan berbagai unsur masyarakat, komunitas, organisasi, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun budaya sadar bencana.
Menurutnya, tugas pokok dan fungsi FPRB tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi lebih mengedepankan upaya pengurangan risiko sejak sebelum bencana. Hal tersebut dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, identifikasi potensi ancaman, penguatan kapasitas komunitas, serta mendorong langkah-langkah mitigasi yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik wilayah.
Pada bidang pencegahan dan mitigasi, FPRB berupaya mendorong masyarakat agar lebih memahami potensi ancaman bencana di lingkungan masing-masing. Sementara pada bidang kesiapsiagaan, forum ini berperan dalam membangun pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan masyarakat melalui edukasi, sosialisasi, pelatihan, dan penguatan jejaring relawan kebencanaan.
Adapun dalam situasi tanggap darurat, FPRB dapat berperan mendukung koordinasi, penyebarluasan informasi, mobilisasi jejaring relawan, serta membantu menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan pihak-pihak terkait sesuai mekanisme koordinasi penanggulangan bencana. Sedangkan dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, FPRB turut mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pemulihan kehidupan sosial dan lingkungan pascabencana.
“Prinsipnya, FPRB ini menjadi wadah kolaborasi berbagai unsur untuk bersama-sama mengurangi risiko bencana. Kami ingin membangun kesadaran bahwa urusan kebencanaan bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD atau pemerintah saja, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami hadir sebagai mitra strategis BPBD Kota Probolinggo untuk memperkuat edukasi, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga dukungan dalam penanganan dan pemulihan bencana,” jelas Sugeng.
Ia berharap, melalui silaturahmi tersebut, Kodim 0820/Probolinggo dapat menjadi salah satu mitra strategis FPRB dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana. Terlebih, TNI memiliki peran penting dalam mendukung penanganan berbagai situasi darurat melalui kemampuan personel, kedisiplinan, koordinasi kewilayahan, serta kedekatan dengan masyarakat.
Sugeng menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi ancaman bencana. Dengan komunikasi yang baik dan koordinasi yang berkesinambungan, berbagai potensi sumber daya yang dimiliki masing-masing lembaga dapat disinergikan untuk kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo Apriyantono menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta silaturahmi yang dilakukan oleh jajaran pengurus FPRB Kota Probolinggo. Ia menyambut baik kehadiran forum tersebut sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan memperkuat hubungan antarlembaga di wilayah Kota Probolinggo.
“Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi dari rekan-rekan pengurus FPRB Kota Probolinggo. Kami menyambut baik kedatangan ini. Tentunya, silaturahmi seperti ini sangat positif untuk mempererat hubungan, saling mengenal, sekaligus membangun komunikasi dan koordinasi yang baik,” ungkap Letkol Inf Ribut.
Menurut Dandim, upaya pengurangan risiko dan penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Tidak ada satu institusi yang dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan kebencanaan, sehingga diperlukan kebersamaan, kepedulian, serta koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia juga menilai keberadaan FPRB memiliki arti penting dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana. Melalui berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, dan penguatan kesiapsiagaan, masyarakat diharapkan semakin memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi maupun mengurangi dampak ketika terjadi bencana.
Letkol Inf Ribut menegaskan bahwa Kodim 0820/Probolinggo pada prinsipnya terbuka untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk FPRB. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui koordinasi yang baik serta pelaksanaan kegiatan bersama sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing pihak.
“Harapan kami, hubungan baik ini tidak berhenti pada silaturahmi saja, tetapi bisa terus berlanjut melalui komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan. Apabila ada kegiatan yang berkaitan dengan edukasi, kesiapsiagaan, maupun upaya pengurangan risiko bencana, tentu bisa dikomunikasikan bersama. Pada prinsipnya, kita semua memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat,” tambahnya.
Pertemuan tersebut menjadi gambaran pentingnya membangun jejaring kemitraan antarlembaga dalam memperkuat ketangguhan Kota Probolinggo terhadap berbagai ancaman bencana. Sinergi antara FPRB, BPBD, Kodim 0820/Probolinggo, serta unsur terkait lainnya diharapkan mampu menciptakan pola koordinasi yang semakin solid, baik dalam upaya pencegahan maupun ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui silaturahmi ini, FPRB Kota Probolinggo berharap komunikasi dan kerja sama dengan Kodim 0820/Probolinggo dapat terus terjalin dengan baik. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, upaya membangun masyarakat yang tangguh, tanggap, dan sadar terhadap risiko bencana di Kota Probolinggo diharapkan dapat semakin optimal.
(Septyan)







