Majalengka – Kodim 0617/Majalengka menggelar Upacara Bendera bulanan tanggal 17-an di Lapangan Upacara Kodim 0617/Majalengka, Jalan KH Abdul Halim No. 403, Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Senin (19/10/2026).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) yaitu Kasdim 0617/Majalengka Mayor Inf Sugianto, dengan Komandan Upacara Danramil 1712/Jatiwangi Kapten Inf Maman Kardiman, serta Perwira Upacara Pasi Pers Dim 0617/Majalengka Kapten Inf Nana Rusmana.
Dalam kesempatan tersebut, Kasdim 0617/Majalengka membacakan amanat tertulis dari Panglima TNI.
Mengawali amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih dari Presiden Republik Indonesia atas sukses dan khidmatnya penyelenggaraan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI pada 5 Oktober lalu.
“Momentum HUT TNI harus kita jadikan sarana untuk terus berbenah diri agar TNI semakin dicintai rakyat,” ujar Mayor Inf Sugianto saat membacakan amanat Panglima TNI.
Soroti Perang Modern dan Ketahanan Nasional
Panglima TNI menekankan bahwa kondisi global saat ini dipenuhi persaingan geopolitik dan ancaman perang informasi yang menuntut adaptasi cepat dari seluruh prajurit. Menurutnya, perkembangan doktrin peperangan modern seperti Kecerdasan Buatan (AI), drone nirawak, hingga peperangan elektronika telah mengubah pola pertempuran.
Oleh karena itu, TNI dituntut tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga ikut mengawal program prioritas nasional, seperti ketahanan pangan dan energi.
“Negara saat ini menaruh perhatian besar terhadap modernisasi Alpalhankam untuk meningkatkan daya tempur dan kesiapan operasional satuan. Hal ini juga diimbangi dengan upaya pimpinan dalam meningkatkan kesejahteraan, layanan kesehatan, hingga perumahan prajurit beserta keluarganya,” terangnya.
Di akhir amanatnya, Panglima TNI memberikan penekanan tegas terkait kedisiplinan prajurit. Seluruh jajaran diinstruksikan untuk menghindari berbagai bentuk pelanggaran hukum yang dapat mencoreng nama baik instansi.
“Saya tegaskan kepada seluruh prajurit agar tidak terlibat dalam tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba, perjudian atau judi online, penipuan, pemerasan, hingga aktivitas ilegal lainnya. Sekecil apa pun pelanggaran akan merusak kepercayaan rakyat kepada TNI,” tegasnya.
Para komandan satuan diminta untuk menjadi teladan, melakukan pengawasan melekat, dan meningkatkan kepedulian terhadap para anggotanya demi mewujudkan prajurit TNI yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif (PRIMA). (Pendim_0617)







