Haul Akbar Bhujuk Lama ke-4 di Sampang Hadirkan KH. Kholil Yasin

Otoritas.id | Sampang – Suasana religius menyelimuti kawasan Makam Bhujuk Lama, Dusun Ngaberen, Desa Asem Raja, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Selama dua hari, masyarakat bersama para ulama dan tokoh setempat menggelar Haul Akbar Bhujuk Lama ke-4 yang diikuti ribuan jemaah dari berbagai daerah.

Tradisi keagamaan yang digelar secara rutin setiap tahun tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sosok Bhujuk Lama sebagai leluhur sekaligus Waliyullah, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dalam memperkuat tali silaturahmi.

Sejumlah rangkaian kegiatan bernuansa keagamaan disiapkan dalam pelaksanaan haul tahun ini. Lantunan Sholawat Nabi dan pembacaan Surat Yasin menjadi bagian awal kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian ceramah keagamaan.

Ceramah pembuka disampaikan Ustadz Ikhsan. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dengan jemaah yang mengikuti rangkaian acara secara tertib.

Memasuki agenda puncak, jemaah kembali memadati lokasi kegiatan pada Kamis mulai pukul 13.00 WIB. Prosesi haul menjadi inti kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan tausiyah keagamaan.

Tausiyah pada puncak acara disampaikan KH. H. Holil Yasin dari Kokop, Bangkalan. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menjadi bagian dari upaya menghidupkan nilai-nilai keteladanan serta memperkuat keimanan para jemaah.

Ketua Panitia Pelaksanaan Haul, Ust. Muarrof, mengatakan pelaksanaan haul tidak semata-mata menjadi kegiatan rutin tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna penting sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan Waliyullah Bhujuk Lama.

“Haul ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan Waliyullah Bhujuk Lama, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan masyarakat yang hadir,” ujar Ust. Muarrof.

Menurutnya, kehadiran masyarakat dari berbagai daerah menunjukkan bahwa tradisi tersebut masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Selain memperkuat hubungan antarmasyarakat, rangkaian kegiatan juga diharapkan dapat memberikan nilai spiritual bagi seluruh jemaah yang hadir.

Ust. Muarrof menambahkan, lantunan sholawat yang menjadi bagian dari kegiatan diharapkan semakin menumbuhkan kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan serta rasa cinta umat kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan sholawat,” katanya.

Pelaksanaan Haul Akbar Bhujuk Lama ke-4 juga mendapat perhatian dari warga Desa Asem Raja. Bagi masyarakat setempat, keberadaan tradisi tersebut menjadi bagian dari warisan keagamaan dan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Seorang warga berharap kegiatan serupa tetap dapat dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, keberadaan haul menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan nilai keteladanan para ulama dan leluhur kepada generasi muda.

“Saya berharap tradisi peringatan haul seperti ini dapat terus dilestarikan, agar nilai-nilai kebaikan dan keteladanan ulama terdahulu tetap terjaga hingga generasi mendatang,” tuturnya.

Antusiasme jemaah selama kegiatan berlangsung turut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Haul Akbar Bhujuk Lama tahun ini. Kehadiran ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat dari berbagai wilayah membuat momentum tersebut berlangsung semarak tanpa meninggalkan suasana religius.

Rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut pun menjadi momentum bersama untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mendekatkan masyarakat dengan nilai-nilai keagamaan.

Dengan tetap dipertahankannya tradisi tersebut, masyarakat Desa Asem Raja berharap Haul Akbar Bhujuk Lama dapat terus menjadi bagian dari kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi sarana meneruskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi berikutnya. (Septyan)

Pos terkait