Komisi III DPRD Majalengka Sidak ke Sekolah Untuk Memastikan Kualitas Pengerjaan Proyek Rehab dan Revitalisasi Bangunan

Majalengka – Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, melakukan peninjauan ke proyek revitalisasi SDN Balida 2. Kunjungan tersebut dilakukan di luar jam dinas sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap proyek pendidikan yang dibiayai pemerintah kabupaten majalengka.

Ketua Komisi III DPRD kabupaten majalengka Fraksi PKS H. Iing Misbahudin menyampaikan sekolah yang tengah direnovasi. Ia memeriksa kondisi fisik bangunan, berdialog dengan pekerja dan pengawas proyek, serta menelaah dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diserahkan oleh pelaksana dan komite sekolah.

“Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, proyek revitalisasi dengan nilai anggaran lebih dari Rp869 juta itu dinilai berjalan cukup baik. Iing menyebut kualitas pekerjaan yang dilaksanakan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.” Ujar ling misbahudin saat di wawancara media pada Jum’at (25/09/2026).

Menurut Iing, sejumlah temuan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan dengan perencanaan telah ia periksa langsung di lapangan. Ia menjelaskan, dalam RAB proyek tersebut memang tidak tercantum pekerjaan penggantian genteng.

“Pekerjaannya meliputi plafon, kusen aluminium, dan penggantian lantai. Jadi apa yang dikerjakan sudah sesuai dengan RAB,” katanya

Ia juga membandingkan hasil revitalisasi yang dikerjakan secara swakelola dengan pekerjaan sebelumnya yang sempat dilaksanakan oleh pihak kontraktor. Menurutnya, kualitas pekerjaan swakelola dinilai lebih baik.

“Kalau dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya yang dikerjakan kontraktor, hasilnya masih lebih bagus yang sekarang. Dari situ bisa disimpulkan bahwa pekerjaan swakelola lebih berkualitas,”Ucap Iing misbahudin

Meski demikian, masih terdapat satu ruang kelas dengan kondisi rusak yang belum masuk dalam pekerjaan rehabilitasi. Iing menyebutkan, bangunan tersebut tidak termasuk dalam alokasi anggaran revitalisasi.

Iing menegaskan, pengawasan terhadap proyek-proyek pendidikan akan terus dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi kegiatan belajar-mengajar.

“Kunjungan ini juga bermaksud untuk mengecek kondisi bangunan SD yang mengajukan perbaikan di anggaran 2026 apakah layak atau tidak mendapatkan bantuan rehabilitasi,”ucapnya

Pos terkait