Ini Pesan Kapolsek Indramayu Saat ke Sekolah

INDRAMAYU – Mengejek nama orang tua, memanggil teman dengan julukan yang menyakitkan, hingga mengucilkan teman dari pergaulan kerap dianggap sebagai candaan. Padahal, perilaku tersebut bisa termasuk bentuk perundungan atau bullying yang berdampak pada kondisi psikologis anak.

Pesan itu disampaikan Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari saat memberikan edukasi bahaya perundungan kepada ratusan siswa SD IT Naashirus Sunnah, Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jumat (9/10/2026) kemarin.

Didampingi personel Unit Binmas, AKP Indrie hadir langsung di aula sekolah yang berada di Jalan Soekarno Hatta tersebut. Di hadapan para siswa berseragam pramuka, ia menjelaskan berbagai bentuk perundungan yang perlu dikenali dan dihindari sejak dini.

Mulai dari kekerasan fisik, ejekan verbal, pengucilan dalam pergaulan, hingga perundungan di media sosial atau cyberbullying.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari mengatakan, edukasi tersebut bertujuan menanamkan kesadaran kepada anak-anak bahwa setiap siswa berhak merasa aman dan nyaman selama berada di lingkungan sekolah.

“Anak-anakku sekalian, sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu dan merajut pertemanan, bukan tempat untuk saling menyakiti,” ujar Indrie, Senin (12/10/2026)

Ia mengingatkan, tindakan yang sering dianggap sebagai gurauan bisa menjadi perundungan apabila dilakukan dengan tujuan menyakiti atau merendahkan orang lain.

Menurutnya, kebiasaan mengejek nama orang tua, memberikan julukan buruk, maupun sengaja mengucilkan teman tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

“Mengejek nama orang tua, memanggil teman dengan julukan buruk, atau mengucilkan mereka itu bukan sekadar candaan biasa. Semua itu adalah bentuk perundungan yang bisa merusak mental dan masa depan teman kalian sendiri,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, Indrie juga memanfaatkan layar digital untuk membantu siswa memahami contoh perilaku perundungan yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Tak hanya meminta siswa menjauhi perilaku bullying, ia juga mengajak anak-anak berani bersuara ketika melihat teman menjadi korban.

Menurutnya, membiarkan atau ikut menertawakan teman yang sedang dirundung justru dapat membuat korban semakin merasa tertekan.

“Jika melihat ada teman yang disakiti atau diejek, jangan ikut menertawakan. Segera laporkan kepada bapak atau ibu guru agar bisa langsung ditangani,” pesannya.

Indrie menegaskan, pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga lingkungan sekitar.

Ia pun mendorong pihak sekolah memiliki tim pencegahan dan penanganan perundungan yang aktif agar setiap persoalan antarsiswa dapat ditangani sejak dini.

Dengan pendekatan yang tepat, kata dia, anak-anak diharapkan mampu menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan maupun tindakan saling merendahkan.

“Kami mengajak anak-anak untuk tidak takut berbicara. Mari kita ciptakan budaya saling menghargai demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ujar Indrie.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Indramayu berharap para siswa semakin memahami pentingnya empati, saling menghormati, dan berani menolak segala bentuk perundungan.

Edukasi ini juga menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110 apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *