INDRAMAYU – Upaya mencegah kenakalan remaja terus dilakukan Polsek Gantar Polres Indramayu Polda Jabar melalui pendekatan langsung kepada para pelajar.
Bhabinkamtibmas Desa Gantar Aiptu Robet Adi Sujadi memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada sejumlah pelajar SMKN 1 Gantar, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (4/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Robet mengajak para pelajar untuk lebih bijak menggunakan media sosial, menghindari tindakan perundungan atau bullying, serta menjauhi penyalahgunaan obat keras tertentu (OKT) dan narkoba.
Edukasi disampaikan melalui pendekatan yang komunikatif agar pesan kepolisian lebih mudah dipahami oleh para pelajar.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kapolsek Gantar Iptu Sutarko menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan pembinaan dan perlindungan kepada generasi muda agar tidak terjerumus dalam perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Menurut Iptu Sutarko, masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, sehingga diperlukan pendampingan serta pemahaman mengenai berbagai risiko yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu perhatian kepolisian adalah penggunaan media sosial yang kini menjadi bagian dari aktivitas para pelajar.
Ia mengingatkan, media sosial memiliki banyak manfaat apabila digunakan secara positif, terutama untuk belajar, mencari informasi, dan mengembangkan kreativitas.
Namun, penggunaannya juga perlu disertai tanggung jawab agar tidak menjadi sarana penyebaran informasi bohong, penghinaan, ujaran kebencian, maupun tindakan yang merugikan orang lain.
Karena itu, para pelajar diharapkan lebih berhati-hati sebelum mengunggah, membagikan, atau memberikan komentar terhadap suatu informasi di media sosial.
Selain penggunaan media sosial, Iptu Sutarko juga menyoroti pentingnya pencegahan bullying di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, tindakan perundungan, baik secara verbal, fisik, maupun melalui media sosial, dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis dan rasa aman korban.
Ia mengajak para pelajar untuk saling menghormati, tidak mengejek atau merendahkan teman, serta membangun lingkungan pertemanan yang sehat.
Pelajar yang mengetahui adanya tindakan perundungan juga diharapkan tidak membiarkannya, melainkan menyampaikan informasi kepada guru atau pihak yang dapat memberikan pendampingan.
Dalam kesempatan tersebut, kepolisian turut mengingatkan bahaya penyalahgunaan obat keras tertentu dan narkoba.
Iptu Sutarko menjelaskan, penyalahgunaan zat berbahaya tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu proses pendidikan dan merusak masa depan generasi muda.
Karena itu, para pelajar diimbau tidak mudah terpengaruh ajakan teman atau lingkungan pergaulan yang mengarah pada penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Peran keluarga dan sekolah juga dinilai penting dalam memberikan pendampingan serta membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak.
Menurut Iptu Sutarko, pencegahan kenakalan remaja membutuhkan kerja sama antara kepolisian, tenaga pendidik, orang tua, dan para pelajar sendiri.
Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang dihadapi remaja diharapkan dapat diketahui dan ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Melalui pendekatan langsung kepada pelajar SMKN 1 Gantar, Kapolsek Gantar berharap para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga perilaku, bijak bermedia sosial, menghargai sesama, dan menjauhi penyalahgunaan narkoba demi masa depan yang lebih baik.
Terpisah, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110 apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya.







