M. Rayhan Tampil Menonjol dalam Dialog Publik Hari Lahir Pancasila, Soroti Peran Pancasila sebagai Penuntun Arah Bangsa

Otoritas.id | Probolinggo – Nama M. Rayhan menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan dialog publik memperingati Hari Lahir Pancasila yang digelar pada Rabu (24/6/2026). Kehadirannya di tengah sejumlah narasumber berpengalaman berhasil menarik perhatian peserta yang mengikuti jalannya diskusi.

Dalam forum bertema “Pancasila Menjaga Arah Indonesia” tersebut, M. Rayhan tampil sebagai salah satu pembicara yang aktif menyampaikan pandangan terkait tantangan kebangsaan di era modern. Pemuda berusia 24 tahun itu dikenal sebagai Ketua Bidang Akademik PAC GP Ansor Wonoasih, Kota Probolinggo.

Meski berada satu panggung dengan sejumlah tokoh yang telah memiliki rekam jejak panjang di bidangnya masing-masing, Rayhan mampu menunjukkan kapasitas intelektualnya melalui pemaparan yang sistematis dan berbasis data.

Sepanjang dialog berlangsung, ia menyampaikan berbagai argumentasi yang dinilai mampu memperkaya perspektif audiens mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Kemampuan Rayhan dalam menjawab berbagai pertanyaan dari peserta juga mendapat apresiasi. Ia dinilai mampu memberikan penjelasan yang objektif, argumentatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

Selain menjelaskan substansi materi, Rayhan juga berperan dalam meluruskan sejumlah persepsi yang dinilai kurang tepat terkait implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam paparannya, Rayhan menjelaskan bahwa dialog publik merupakan sarana penting untuk mempertemukan berbagai pandangan dari masyarakat, pemangku kepentingan, hingga pembuat kebijakan.

“Dialog publik adalah forum diskusi terbuka yang melibatkan masyarakat, pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan. Tujuannya memfasilitasi pertukaran ide, memberikan ruang aspirasi serta mencari solusi atau kesepakatan terkait isu yang rumit, kontroversial atau membutuhkan partisipasi luas,” ujar Rayhan.

Menurutnya, keberadaan ruang-ruang diskusi yang sehat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat demokrasi sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

Koordinator BEM SI Daerah Yogyakarta periode 2023–2024 tersebut juga menyoroti posisi strategis Pancasila sebagai fondasi utama dalam menjaga arah perjalanan bangsa Indonesia.

Rayhan menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman moral yang harus terus dipegang dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Pancasila berfungsi sebagai kompas moral dan bintang penunjuk arah yang memastikan Indonesia tidak kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi. Landasan ini menjaga kesatuan bangsa yang majemuk dan mengarahkan pembangunan nasional agar senantiasa berkeadilan dan berketuhanan,” ungkapnya.

Mahasiswa yang tengah menyelesaikan pendidikan magister tersebut menilai bahwa Indonesia memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi sehingga membutuhkan fondasi pemersatu yang kuat dan mampu diterima seluruh elemen bangsa.

Ia menyebut Indonesia terdiri atas lebih dari 1.300 suku bangsa, ratusan bahasa daerah, beragam agama dan kepercayaan, serta karakter sosial budaya yang berbeda di setiap wilayah. Kondisi tersebut menjadi kekayaan sekaligus tantangan yang harus dikelola secara bijak.

“Dalam konteks bangsa yang begitu heterogen, diperlukan sebuah fondasi pemersatu yang mampu menjaga stabilitas, keharmonisan dan arah pembangunan nasional. Fondasi tersebut adalah Pancasila,” tegas pria asal Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu di hadapan peserta dialog.

Pos terkait