Program BBWS oleh CV Brantas tidak Profesional

Majalengka Pembangunan Proyek BBWS Balai Besar Wilayah Sungai yang sekarang sedang dilaksanakan diwilayah bendungan cileuis aliran sungai cikeruh. Desa Leuwenggede Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka. Diduga menuai kontroversi.

Pembangunan BBWS Balai Besar Wilayah Sungai tersebut sebagai pihak pemborong adalah CV Brantas, perusahaan swasta yang kantor pusatnya beralamat di daerah Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Namun hal diluar dugaan terjadi. Ketika pembangunan itu sudah berjalan kurang lebih 9hari kata pekerja. Karena sistem kordinasi yang dilakukan dari pelaksana pekerjaan kurang maksimal. Kemudian Munculah kontroversi dari berbagai pihak instansi muspika maupun dari pihak masyarakat lingkungan setempat.

Adanya hal itu dari pernyataan seorang crew perusahaan yang berinisial Cp. Dari pihak CV Brantas kemudian mengutus saya. Yang mana Cp adalah seseorang yang dipercaya oleh pihak perusahaan sebagai bagian pengamanan kordinasi lapangan. Cp yang merupakan seorang yang berdomisili dari kabupaten cianjur, selain itu Cp dipercaya oleh perusahaan sebagai pengamanan eksternal CV Brantas. Menurut informasi dari narasumber diduga Cp adalah seorang anggota TNi yang masih aktif bertugas di Kodim Kabupaten Cianjur.

Kedatangan Cp pada hari Senin 04/09 saat mediasi dengan Kades leuweunggede Ade dengan didampingi tim media matamaja grup saat dilokasi kegiatan. Sesuai tupoksinya Cp sengaja ditugaskan dari PT Brantas untuk melakukan pembenahan tahapan kordinasi wilayah dengan dasar munculnya krontroversi dari beberapa pihak. Kata Cp

Mewakili pihak perusahaan, Cp dan rekanya yang berinisial Bb, mengakui kesalahan dalam teknis kordinasi atas kesalahan rekanya yang merupakan pelaksana pekerjaan. Pihaknya juga mengajukan permintaan maaf kepada lingkungan khususnya ke kades Ade dan masyarakat setempat yang merasa terabaikan dan sudah dirugikan. Kemudian Cp juga berjanji dalam pernyataannya untuk segera membenahi teknis kordinasi yang tadinya dianggapnya sudah salah mengakibatkan situasi yang tidak kondusif. Saran dan ajuan dari pihak lingkungan akan saya tulis segera kami ajukan ke pimpinan perusahaan. Janjinya

Karena adanya mis komunikasi dari timnya yang tidak profesional menjadikan dampak kegiatan pembangunan itu menjadi terhambat. Dan Cp pun akan bertanggung jawab dan berjanji kepada lingkungan melalui diskusi terbuka dengan kades ade saat dilokasi kegiatan tersebut. Hari Senin 04/09/2023

Lanjut Cp, kemudian berupaya akan melibatkan putra daerah untuk ikut serta dilibatkan dalam melaksanakan pembangunan dengan konsep pemberdayaan lingkungan. Sesuai dengan permintaan dari putra daerah.Tuturnya

Diwaktu yang sama saat kepala desa leuweunggede Ade mengungkapkan kepada Cp. Dirinya sangat menyayangkan kenapa pekerjaan yang sumber dananya dari APBD atau keuangan negara.Tidak mengedepankan teknis kordinasi secara profesional sebelum pekerjaan itu dimulai, apalagi terkait pengadaan bahan bakar solar kan harus jelas menyediakanya, Ade juga mengatakan kemarin saya juga melihat bahan bakar solar untuk alat berat disedot dari mobil mikro, hal itu bisa sangat riskan dengan pidana, apalagi penggunaan bahan bakar solar harus jelas ijinya, karena solar adalah bahan bakar bersubsidi. Bebernya

Masih dengan Ade, pasalnya dirinya sebagai kepala desa mengakui adanya pekerjaan tersebut menjadi beban moral menimpa dirinya. Karena masyarakat lingkungan sempat menyampaikan keluhanya yang mana tanah atau lahan miliknya yang terkena akses mobil pengangkut matrial, ataupun akses dari alat berat ecsavator, maupun lahan yang digunakan untuk meletakan material batu dan lain sebagainya, artinya masyarakat kami sudah merasa dirugikan dari pihak pemborong tanpa adanya kordinasi yang jelas dari pihak perusahaan. Sesalnya

Lanjut Ade, saya pun sempat tercengang terkait keluhan itu dan saya tidak bisa menjawab keluhan dari masyarakat saya. Karena memang dari teknis pekerjaan sebelum dimulai, pihak kami kan memang tidak sama sekali dilibatkan oleh pihak PT Brantas, makanya saya bingung mau jawab apa ketika masyarakat saya menyampaikan keluhanya, karena memang saya kan tidak tau apa apa.

Setidaknya kalo dari pihak CV melakukan kordinasi dengan baik, kami bisa mendukung penuh, bisa membantu apa kiranya yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan saya. Apalagi ini program negara yang harus kami dukung, karena manfaatnya untuk kami kami juga. Tambah Ade

Kades Ade juga mengakui, memang sebelum pekerjaan dimulai, dari pihak BBWS ada melayangkan surat pemberitahuan ke desa, tapi di dalamnya isi surat tersebut atas nama BBWS, melainkan bukan dari pihak CV Brantas. Seharusnya kan atas nama CV Brantas didalam isi surat tersebut, karena dia yang pempunyai tender dan sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dan juga tidak cukup melalui surat pemberitahuan saja. Jelas Ade

Kemudian untuk penelusuran lebih lanjut pihak media melakukan konfirmasi dengan salah seorang pekerja rekan dari Cp yang berinisial Bb.

Bb mengatakan, saya datang kesini itu buat ngebenerin masalah managementnya. Ada temuan disini, dan ada kekurangan kordinasi dengan aparat setempat.

Dengan terpaksa saya. Karena hal ini sudah terjadi makanya kemarin hari sabtu 02/09 saya langsung datangi ke pihak Polsek dan sudah selesai. Setelah dari Polsek saya juga kemarin sabtu mencoba untuk bertemu dengan pak kuwu, ternyata beliau minta di hari senin sekarang 04/09.

Terkait dengan teknis memang saya ga tau, kapan dimulai pekerjaan, dari mana sumber anggaranya, dan berapa nilai anggaranya, serta dimana papan proyeknya saya tidak tahu karena itu bukan ranah saya. Ujar Bb

Saya lebih dibagian management keuangan sebetulnya. Karena sumber dayanya disini masih kurang, maka dari itu saya mencoba mengkaver. Kata Bb

Bb pun menjawab terkait legalitas perusahaan. Dalam ungkapanya: CV Brantas itu kantor pusatnya ada di kabupaten cianjur. Direktur utamanya Bapak Yatna yang juga berdomisili didaerah kabupaten cianjur. Pungkasnya

Salah seorang petani pun angkat bicara dengan keluhanya kepada tim media melalui sambungan telepon aplikasi watshap. Menyampaikan bahwa dirinya merasa dirugikan, dengan adanya kegiatan proyek tersebut. Pasokan air yang biasa dialirkan ke sawah petani menjadi berkurang.Tolong dibantu pak carikan solusinya buat petani. Tegasnya. Senin 04/09

(Tim/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *