Papua – Siang ini, Kompleks Asrama Polisi di Kota Jayapura, Papua, menjadi korban dari kebakaran yang menghanguskan 17 unit rumah. Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIT di Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara ini telah menjadi perhatian serius bagi pihak Kepolisian yang segera merespons.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si dalam pernyataannya, Senin (25/12) kepada wartawan menyebutkan bahwa tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tragis ini. Namun, kerugian materil yang terlihat secara langsung mengundang keprihatinan.
“Kerugian sementara yang terlihat hanya materiil, untuk data lengkapnya akan di-update kembali setelah personel mendata secara keseluruhan,” ujarnya, menyoroti kebutuhan untuk evaluasi lebih lanjut atas dampak kebakaran ini.
Menurut Kombes Pol. Victor, api berhasil dipadamkan setelah 1 jam berlangsung. Pihak Kepolisian dengan cepat merespons kejadian ini dengan mengirimkan 2 unit Armoured Water Canon (AWC) dan bantuan mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Jayapura.
Namun, penyebab pasti kebakaran ini masih menjadi tanda tanya besar bagi pihak berwenang. Unit Reskrim dan Bid Labfor Polda Papua saat ini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden ini.
“Penyebab kebakaran belum diketahui pasti, seperti biasa SOP-nya akan dilakukan penyelidikan,” terangnya, menegaskan perlunya penelusuran akar penyebab kebakaran ini.
Kapolresta juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada dan memeriksa kondisi rumah sebelum ditinggalkan. Hal ini diharapkan dapat mencegah terjadinya musibah serupa di masa yang akan datang.
“Dalam momen Hari Raya, jangan membuat kita lalai terhadap lingkungan sekitar. Tetap waspada dan pantau segala hal yang bisa menjadi potensi masalah atau bahkan musibah,” pungkasnya, menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat luas.
Insiden kebakaran yang melanda asrama polisi ini memang menimbulkan kekhawatiran, namun pihak berwenang bertekad untuk mengungkap penyebabnya serta memberikan peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya serupa di masa depan.






