Otoritas.id | Probolinggo – Tiga warga harus mendapatkan perawatan medis setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu kendaraan berat dan dua sepeda motor di wilayah Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (30/9/2026) sore.
Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Raya masuk Desa Tegalsiwalan, Kecamatan Tegalsiwalan. Kecelakaan terjadi saat ketiga kendaraan bergerak dalam satu arah perjalanan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Iptu Aditya Wikrama Pramundito, mewakili Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ali Rifqi Mubarok, menyampaikan bahwa kendaraan yang terlibat terdiri dari Dump Truck Isuzu BK-8740-VW, Honda Vario tanpa TNKB, dan Honda Supra tanpa TNKB.
Rangkaian kejadian bermula ketika Dump Truck Isuzu yang dikemudikan Winarno (49) bergerak dari arah utara menuju selatan. Saat melintas di lokasi, dump truck tersebut diduga mengalami persoalan pada fungsi pengereman.
Kendaraan kemudian menabrak Honda Vario yang dikendarai M. Nijo (51) dan membonceng Abdul Adim (58). Tabrakan tersebut kemudian berlanjut dengan Honda Supra yang dikendarai Miskun (41) dan berada di depan Vario.
Iptu Aditya mengatakan, kepolisian menduga kecelakaan tersebut berkaitan dengan faktor manusia dan kondisi kendaraan. Dari sisi pengemudi, Winarno diduga kurang konsentrasi ketika mengemudikan dump truck. Sementara dari sisi kendaraan, terdapat dugaan gangguan pada fungsi rem.
“Dugaan sementara, faktor manusia berupa kurang konsentrasi pengemudi serta faktor kendaraan berupa kendala pada fungsi pengereman menjadi bagian yang didalami dalam kecelakaan ini,” ujar Iptu Aditya.
Benturan yang terjadi mengakibatkan tiga orang yang berada di dua sepeda motor mengalami luka-luka. Mereka adalah M. Nijo, Abdul Adim, dan Miskun.
Ketiga korban selanjutnya dibawa ke RS Wonolangan Dringu untuk mendapatkan penanganan medis. Dalam kejadian tersebut tidak ditemukan korban meninggal dunia maupun korban luka berat.
“Korban dalam kecelakaan ini sebanyak tiga orang dan semuanya mengalami luka-luka. Mereka kemudian mendapatkan perawatan di RS Wonolangan Dringu,” jelasnya.
Sementara itu, kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp2 juta. Petugas juga mencatat kondisi cuaca saat kejadian cerah sehingga tidak menjadi faktor yang memengaruhi kecelakaan.
Begitu pula dengan kondisi jalan. Berdasarkan hasil penanganan awal, faktor jalan tidak berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan.
Kepolisian selanjutnya melakukan penanganan terhadap kecelakaan tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian serta faktor-faktor yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Iptu Aditya mengimbau para pengemudi untuk memperhatikan kondisi kendaraan sebelum beraktivitas di jalan raya. Pemeriksaan sistem pengereman menjadi bagian penting, khususnya bagi kendaraan berat, untuk memastikan kendaraan berada dalam kondisi laik jalan.
Selain memastikan kendaraan dalam kondisi baik, pengemudi juga diminta menjaga konsentrasi dan memperhatikan jarak aman dengan kendaraan lain selama berkendara. (Septyan)







