Giatkan Mitigasi Bencana, BPBD Jatim Roadshow Ke SMAN 1 Probolinggo

Probolinggo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menggelar Roadshow ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Probolinggo yang dibentuk sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Sekolah yang beralamatkan di Jalan Soekarno Hatta ini merupakan 1 dari 10 Sekolah se Jawa Timur yang turut serta dibentuk SPAB oleh BPBD Jawa Timur pada tahun 2023 ini. Tak hanya sebagai sekolah pelopor di kota mangga ini, namun SMAN 1 Kota Probolinggo telah memetakan adanya potensi bahaya yang dapat mengancam warga belajarnya.

Hal tersebut selaras dengan apa yang disampaikan Kepala SMAN 1 Kota Probolinggo Drs. Mohamad Zaini, M.Pd. bahwasanya mengingat sebagian besar gedung sekolah adalah peninggalan masa penjajahan, ada beberapa kondisi bangunan tertentu yang rawan terhadap potensi bencana yakni ada kemungkinan sewaktu-waktu bisa ambruk dan dapat mengganggu proses kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM).

“Bangunan disekolah ini kan peninggalan penjajah, jadi kondisinya sudah tua, ya sewaktu – waktu bisa ambruk juga, sementara anak-anak tidak tahu (hal tersebut – red) bahaya yang bisa mengganggu proses KBMnya” Ujar Zaini.

Zaini turut memberikan apresiasi atas dipilihnya sekolah yang dipimpinnya mendapatkan edukasi serta bimbingan kepada setidaknya 100 orang perwakilan dari siswa, guru, satpam dan komite sekolah tentang Penanggulangan Bencana.

Kegiatan yang bertemakan Kenali Ancamannya, Siapkan Strateginya, Kurangi Resikonya, Siap Untuk Selamat telah berlangsung selama 2 hari mulai Rabu (09/08/2023) hingga Kamis (10/08/2023).

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto SE, M.PSDM melalui Penata Kebencanaan Ahli Madya Drs. Sriyono, M.M. memberikan pengantar awal mengenai adanya potensi bahaya yang mengancam Jawa Timur. Akan tetapi dirinya juga memberikan kiat bagaimana dapat selamat dari bahaya kebencanaan.

“Kita dapat terhindar dan selamat dari bahaya sebenarnya berawal dari diri kita sendiri, kita mesti mengenali lebih dulu apa saja ancamannya, lalu menyiapkan strategi bagaimana mengatasi atau menghadapi jika sewaktu-waktu terjadi bencana, lantas kita berupaya mengurangi resiko yang ada. Dengan seperti ini semua insyaallah akan terselamatkan,” terang Sriyono.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim H. M. Hasan Irsyad, S.H., M.Si. yang turut serta hadir dalam Roadshow tersebut mengapresiasi langkah BPBD memberikan edukasi ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

“Kami akan mendorong upaya agar Pemerintah Provinsi Jatim untuk mengalokasikan anggaran kebencanaan di Jawa Timur dengan harapan anggaran yang dikeluarkan tersebut dapat dimaksimalkan penggunaanya,” Pungkas Irsyad.

Dari pantauan media harian online otoritas.id, BPBD menggandeng tim dari Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur sebagai fasilitator kegiatan. Tim yang beranggotakan 3 personil ini dikomandani Aslichatul Insyiah, M.Pd. dengan memberikan materi tentang Pengurangan Resiko Bencana, Siklus Penanggulangan Bencana hingga Simulasi Penanganan Bencana Gempa dan Kebakaran.

Nampak terlihat antusias peserta yang ikut dalam kegiatan ini mulai dari awal hingga berakhirnya kegiatan tak satupun siswa maupun guru yang absen. Menariknya, Mobil Edukasi Bencana  (Mosipena) yang dimiliki satu-satunya oleh Pemerintah Jawa Timur menjadi favorit siswa untuk mengenal lebih dekat apa itu bencana.

Dalam simulasi gempa dan kebakaran misalnya antusias dan semangat peserta masih tampak dengan banyaknya siswa yang ingin mencoba memadamkan api menggunakan APAT dan APAR.

Dipenghujung acara, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Dr. Sugito Prasetyo, S.STP,. M.M. yang didampingi Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Kecamatan Kanigaran Kusnadi memberikan closing ceremony diselingi dengan kuis interktif. Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan dokumen SPAB dari pihak sekolah kepada BPBD Kota Probolinggo. (septyan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *