Matlimin Dikukuhkan Sebagai Guru Profesional Program PPG Prajabatan Kemendikbudristek

Surabaya – Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan merupakan program pendidikan profesi yang kebijakannya dikeluarkan pada tahun 2022 oleh Kemendikbudristek Direktorat Pendidikan Profesi Guru guna mencetak generasi baru guru-guru Indonesia yang Profesional.

Matlimin, mahasiswa yang mengawali perjalanan dari awal pelaksanaan PPG Prajabatan ini telah berhasil melalui perkuliahan selama dua semester dan dinyatakan lulus setelah menyelesaikan uji kompetensi sehingga dapat disumpah serta dikukuhkan sebagai guru Profesional Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Rabu (22/11/2023).

Matlimin tercatat pernah menempuh pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wiraraja Sumenep pada Tahun 2020, kemudian melanjutkan pendidikan magister Manajemen Pendidikan Islam di Institut Kariman Wirayudha Sumenep sambil bekerja sebagai Tenaga Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat di Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat Kabupaten Sumenep.

Selama menempuh pendidikan di Universitas Wiraraja Sumenep dirinya menjadi mahasiswa aktif berorganisasi, tak sedikit jabatan-jabatan penting di organsiasi internal kampus maupun organisasi Nasional ia duduki, mulai dari Ketua BEM hingga mengetuai Ikatan Mahasiswa PGSD se Indonesia.

Selain itu dirinya juga aktif di organisasi Pendidikan Gerakan Pramuka di Kabupaten Sumenep, organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama dan berbagai organisasi sosial lainnya, kecintaannya kepada organisasi Pramuka ditekuni sejak duduk di bangku kelas 3 SD sampai menempuh pendidikan tinggi, sehingga atas pengalamannya ia dipercaya sebagai Sekretaris Cabang Dewan Kerja Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumenep.

Liemin panggilan akrabnya, menuturkan bahwa dengan menekuni kegiatan Kepramukaan telah memberikan dampak kepada dirinya sehingga bisa mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab untuk terus menempa diri serta merasa memiliki kematangan berpikir dalam menjalani perjalanan kehidupannya.

“semenjak SD saya sudah aktif berorganisasi, kalau di sekolah mengikuti kegiatan kepramukaan sementara di lingkungan masyarakat mengikuti kegiatan Nadhlatul Ulama dengan menjadi bagian dari jamaah sholawat perkumpulan hadrah.” Ucapnya.

Menurut pengakuan dirinya saat dibangku SMP Matlimin giat mengikuti berbagai kegiatan kemudian mendapat mandat menjadi Ketua OSIS di SMPN 1 Arjasa. Memasuki jenjang SMA, kecintaan dengan beragam ekstrakurikuler kian bertambah, sebanyak 5 ekstrakurikuler yang diikuti yaitu Gerakan Pramuka, OSIS, Pencak Silat dan Bola Voli serta pernah menjadi Ketua Palang Merah Remaja SMA Negeri 1 Arjasa.

Pada saat mengenyam pendidikan SD hingga SMA Matlimin bukanlah tergolong siswa yang berprestasi di bidang akademik, kemampuan akademiknya seperti siswa-siswa pada umumnya akan tetapi dirinya memiliki kemampuan dan berprestasi di bidang non akademik, terbukti ia pernah menjuarai Lomba Pencak Silat antar pelajar se- Kabupaten.

Bermodal semangat dan percaya diri yang tinggi ia lalu melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Wiraraja Sumenep, di kampus ini Matlimin terus mengasah kemampuan dan keterampilannya sehingga ia seringkali tampil mengikuti berbagai lomba di kampusnya. Beberapa torehan prestasi yang ia dapatkan adalah sebagai pemakalah terbaik kegiatan PKKMB, sebagai juara 3 Duta Kampus, juara 2 lomba debat antar fakultas dan terpilih sebagai penulis puisi terbaik bertemakan Cinta.

Anak dari pasangan Bapak Abu Jammin dan Ibu Rusmiati ini kini telah menuntaskan pendidikan dari jenjang ke jenjang, menurutnya ia pun juga akan berupaya untuk bisa menempuh pendidikan doktoral.

“Bagi saya, selama belum ada larangan orang bercita-cita dan bermimpi untuk sebuah tujuan positif dan mulia, maka pantang bagi saya untuk tidak melakukannya karena disitu pulalah cara saya beribadah dengan terus menambah ilmu pengetahuan sehingga saya dapat mengerti cara hidup, bersikap, menempatkan diri dengan baik dan mensyukuri beragam nikmat yang diberikan Allah termasuk nikmat akal.” Ungkapnya.

Matlimin menambahkan bahwa sekalipun dirinya terlahir dari keluarga yang sederhana, dibesarkan dari hasil panen padi bapak dan ibunya bersama kasih sayang dan lantunkan do’a orang tuanya, hidup dengan meminum sumber air dari pulau kecil bernama Kangean yang menjadi tempat tinggalnya, namun Matlimin tidak pernah memiliki nyali layaknya anak desa yang dianggap tak memiliki kemampuan apa-apa.

Iya berharap untuk generasi-generasi dibawahnya dapat memiliki semangat dan tekad kuat untuk berani merubah nasibnya tanpa harus mengandalkan anaknya siapa, dari keluarga kaya atau miskin yang tidak memiliki apa-apa. Karena jika hanya pasrah pada keadaan tanpa ada usaha untuk melakukan perubahan dan perbaikan yang berkelanjutan, selama itu pulalah kita akan menjadi manusia yang selalu berpangku tangan dan menggantungkan hidupnya pada orang tua dan bahkan bisa saja menjadi manusia peminta-minta.

Agama dan sejarah bangsa Indonesia telah mengajarkan kepada kita untuk menjadi manusia pejuang dan berani melakukan berbagai tindakan yang dapat menuntun ke jalan Tuhan menuju keselamatan yang pada saatnya akan berakhir dipuncak kematian.

Selanjutnya Matlimin berharap kepada pemerintah agar tidak selalu saja memenuhi kebutuhan dan pemenuhan guru secara kuantitas dan kualitas dengan maksud agar layanan pendidikan di Indonesia dapat berjalan dengan baik namun pemerintah mengabaikan pemenuhan kesejahteraan guru. (septyan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *