Majalengka – Belakangan ini Kabupaten Majalengka menjadi Sorotan Nasional, banyak Pejabat mulai dari Menteri, Jaksa Agung, Gubernur dan Pengusaha, bahkan Presiden Parabowo Subianto menyempatkan diri berkunjung ke Majalengka.
Momen langka ini jarang terjadi di Kabupaten/Kota lain di Jawa Barat, hal ini ternyata berkaitan dengan masa depan Kabupaten Majalengka di bawah Kepemimpinan Bupati Eman Suherman yang memiliki visi dan misi “Majalengka Langkung Sae”, benarkah demikian? Akankah Majalengka lebih biak dari sebelumnya? Mari kita dukung dan kawal bersama.
Bupati Majalengka Eman Suherman menerangkan, kedatangan Boy Thohir ke Majalengka merupakan sebuah anugerah yang luar biasa, ia mengatakan bahwa Boy Thohir sedang menepati janjinya yang diberikan saat masa Pemilu 2024, untuk membantu Majalengka.
“Beliau pada saat itu mendukung saya, dan mengatakan kalau paslon Hade 01 menang, saya (Boy) akan membangun bioskop,” Kata Eman Suherman saat diwawancarai awak media di Pendopo, Sabtu (12/07/2025).
Bupati mengungkapkan bantuan pembangunan dari Boy Thohir bukan hanya sekedar bioskop. Ia mengatakan bahwa Boy juga akan membantu rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Majalengka sebanyak 200 unit rumah dengan anggaran 20 juta rupiah per unit rumah.
Selain itu, Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) juga akan dibangun oleh Boy di Alun-alun Majalengka menggunakan dana pribadinya.
Bupati Eman Suherman optimis dengan pembangunan Majalengka, dengan bantuan dari Boy Thohir lahan seluas 2,7 hektare pasar lama yang berlokasi di depan komplek Neglasari Kec. Majalengka akan dibangun Mall dengan berbagai fasilitas termasuk bioskop yang dijanjikan.
Eman mengaku tidak tahu apakah pembangunan ini bersifat investasi atau bantuan karena belum tiba waktunya. Ia mengatakan bahwa pembangunan Mall tersebut tidak langsung berasal dari Boy Thohir namun dilimpahkan kepada Grup Perusahaannya.
“Kita mah apa sajalah, yang penting ini menjadi sebuah indikator kemajuan Majalengka,” Tuturnya.
Terkait rencana pembangunan Taman Kota yang tidak jadi dibangunkan, Bupati berikan alasan biaya perawatan, “mohon maaf kalau dibangun lagi Taman-taman kan biaya, sudah seperti sekarang saja bebannya luar biasa,” Ungkap Eman.
“Bagaimana tanah-tanah yang luas itu jadi produktif, sehingga menghasilkan pertambahan PAD (Pendapatan Asli Daerah), berpikirnya harus seperti itu,” Tambahnya.
Bupati Majalengka Eman Suherman menginginkan masa depan yang lebih baik, di mana aset-aset Majalengka bisa bekerja maksimal menghasilkan PAD, yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan Majalengka Langkung Sae. (Agung A)







