Otoritas.id | Probolinggo – Suasana berbeda terlihat di Simpang Empat Brak, Kota Probolinggo, Senin (17/08/2026) pagi. Arus lalu lintas yang biasanya ramai mendadak berhenti sejenak saat jajaran Satlantas Polres Probolinggo Kota melaksanakan penghormatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengenang momentum bersejarah Proklamasi Kemerdekaan RI.
Dalam pelaksanaannya, seluruh kendaraan yang melintas menuju kawasan Simpang Empat Brak dihentikan sementara oleh petugas kepolisian. Penghentian arus dilakukan dari empat ruas jalan yang bertemu di lokasi tersebut.
Keempat ruas jalan itu masing-masing Jalan Soekarno Hatta, Jalan Mayjend Panjaitan, Jalan PB. Sudirman dan Jalan Pahlawan. Petugas memastikan seluruh arus dari empat penjuru berhenti secara tertib.
Begitu sirine detik-detik Proklamasi dibunyikan, para pengendara diminta turun dari kendaraan atau mengambil sikap sempurna di tempat masing-masing.
Selama kurang lebih tiga menit, suasana di simpang tersebut berubah menjadi khidmat. Para pengendara bersama petugas berdiri tegap dan memberikan penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan.
Penghormatan tersebut berlangsung di tengah aktivitas masyarakat Kota Probolinggo. Meski berada di tengah jalur lalu lintas, seluruh pengguna jalan mengikuti arahan petugas dan memberikan kesempatan bagi prosesi penghormatan berlangsung dengan tertib.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Probolinggo Kota, IPTU Tohari, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan di Simpang Empat Brak karena lokasi tersebut merupakan salah satu titik strategis yang berada di jantung Kota Probolinggo.
“Kami memilih Simpang Empat Brak karena lokasi ini merupakan jantung Kota Probolinggo. Dengan dilaksanakannya penghentian arus di titik ini, kami ingin mengajak seluruh pengguna jalan ikut merasakan dan menghormati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar IPTU Tohari.
Menurutnya, penghentian arus lalu lintas dilakukan secara serentak dari empat penjuru simpang. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengamanan sekaligus memastikan seluruh pengguna jalan dapat mengikuti prosesi penghormatan dengan aman.
“Seluruh kendaraan kami hentikan sementara dari empat ruas jalan, yakni Jalan Soekarno Hatta, Jalan Mayjend Panjaitan, Jalan PB. Sudirman dan Jalan Pahlawan. Kami mengimbau seluruh pengendara untuk mengikuti arahan petugas dan bersama-sama memberikan penghormatan,” jelasnya.
Saat sirine berbunyi, seluruh pengendara diarahkan untuk mengambil sikap sempurna dan memberikan penghormatan selama tiga menit. Petugas juga ditempatkan di sejumlah titik untuk memastikan tidak terjadi pergerakan kendaraan selama prosesi berlangsung.
IPTU Tohari menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar penghentian arus lalu lintas. Menurutnya, momen tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.
“Selama tiga menit sirine berbunyi, kami mengajak seluruh pengendara untuk sikap sempurna dan hormat. Ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, belasan personel gabungan dari Satlantas dan Satuan Samapta (Sabhara) Polres Probolinggo Kota diterjunkan ke lokasi.
Para personel ditempatkan di masing-masing ruas jalan yang mengarah ke Simpang Empat Brak. Mereka melakukan pengaturan kendaraan sebelum, selama, hingga setelah prosesi detik-detik Proklamasi berlangsung.
Pengamanan juga dilakukan untuk memastikan penghentian arus tidak menimbulkan gangguan maupun kepadatan yang berkepanjangan. Setelah sirine berakhir dan penghormatan selesai, petugas kembali membuka arus kendaraan secara bertahap.
“Kami melibatkan belasan personel dari Satlantas dan Sabhara agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar. Setelah prosesi selesai, arus lalu lintas kembali kami normalisasi,” kata IPTU Tohari.
Ia juga mengapresiasi masyarakat, khususnya para pengendara, yang telah mengikuti arahan petugas dan turut menghormati momentum bersejarah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan yang sudah tertib mengikuti kegiatan. Harapannya, semangat kemerdekaan tidak hanya kita peringati setiap tanggal 17 Agustus, tetapi juga kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga persatuan, ketertiban dan kepedulian terhadap sesama,” pungkas IPTU Tohari.
Pelaksanaan penghormatan detik-detik Proklamasi di Simpang Empat Brak pun berlangsung aman dan kondusif. Tiga menit penghentian arus lalu lintas tersebut menjadi gambaran sederhana bagaimana ruang publik dapat menjadi tempat bersama untuk mengenang perjuangan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat Kota Probolinggo. (Septyan)







