Otoritas.id | Probolinggo — Di tengah terik pagi Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, seorang anggota polisi jongkok di pematang sawah. Bukan sedang razia. Ia sedang mengecek daun jagung satu per satu.
Itulah Aiptu Johnny dari Polsek Sumberasih. Rabu, 19 Agustus 2026, ia datang ke lahan milik Dulamit seluas 0,5 hektare. Lahan ini masuk dalam program pendampingan ketahanan pangan Polres Probolinggo Kota.
Jagung di lahan itu ditanam 14 Juli 2026 lalu. Kini usianya sudah 1 bulan lebih. Berdasarkan kalender tanam, 15 Oktober 2026 mendatang dijadwalkan panen.
“Kami tidak hanya pantau. Kami juga dengar cerita petani. Ada kendala apa, butuh apa. Tujuannya biar program pangan ini jalan,” ujar Aiptu Johnny saat ditemui di lokasi.
Hasil pantauan hari itu: nihil kendala. Tanaman tumbuh normal, tidak ada serangan hama.
Bagi Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto, S.H., kegiatan seperti ini penting. Polri ingin hadir lebih dari sekadar seragam dan patroli.
“Ketahanan pangan itu soal perut rakyat. Kalau petani didampingi, hasilnya pasti lebih baik. Polri siap jadi penghubung jika petani butuh bantuan ke dinas terkait,” kata Sugeng.
Menurut data Polsek, pendampingan ke lahan produktif akan terus dilakukan. Harapannya, selain aman, wilayah Sumberasih juga bisa berkontribusi pada swasembada pangan nasional. (Septyan)







