Momentum HUT Kejati Jatim, Massa Serukan Penegakan Hukum Berkeadilan dan Transparan

Otoritas.id | Surabaya – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dimanfaatkan Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat untuk menyampaikan aspirasi terkait penegakan hukum. Melalui aksi damai yang digelar di depan kantor Kejati Jatim, massa menyerukan agar setiap penanganan perkara, khususnya dugaan tindak pidana korupsi, dilakukan secara profesional dan bebas dari intervensi.

Aksi tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan harapan agar aparat penegak hukum semakin mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta persamaan di hadapan hukum. Menurut mereka, seluruh proses penegakan hukum harus berlandaskan fakta, alat bukti, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam orasinya, massa turut menyinggung sejumlah informasi yang telah berkembang di tengah masyarakat mengenai berbagai dugaan perkara yang menjadi perhatian publik. Mereka meminta agar seluruh informasi tersebut ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang objektif sehingga tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.

Penanggung Jawab Aksi, Akbar Ali, mengatakan kehadiran massa merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap jalannya penegakan hukum. Ia menilai kepercayaan publik hanya dapat terjaga apabila aparat bekerja secara independen dan tidak membedakan perlakuan terhadap siapa pun.

“Kami hadir untuk mengingatkan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil. Kami tidak sedang menghakimi siapa pun, tetapi meminta aparat membuktikan bahwa setiap orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Jika memang terdapat bukti yang cukup, proseslah sesuai aturan tanpa melihat jabatan maupun pengaruh yang dimiliki,” ujar Akbar Ali.

Sementara itu, Koordinator Lapangan, Ali Samsudin, menegaskan bahwa masyarakat menginginkan proses hukum yang terbuka sehingga tidak memunculkan keraguan terhadap kinerja aparat penegak hukum.

“Seluruh dugaan yang telah menjadi perhatian masyarakat sebaiknya diperiksa secara menyeluruh sesuai prosedur hukum. Penegakan hukum harus dilakukan secara objektif agar tidak muncul anggapan adanya perlakuan berbeda terhadap pihak-pihak tertentu,” kata Ali Samsudin.

Sepanjang kegiatan, peserta aksi menyampaikan orasi secara bergantian sembari membentangkan spanduk yang berisi berbagai tuntutan. Mereka juga mengajak seluruh institusi penegak hukum untuk terus menjaga integritas dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.

Massa berharap peringatan HUT Kejati Jawa Timur tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Di akhir aksi, Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat menegaskan akan terus mengawal berbagai isu penegakan hukum sebagai bagian dari fungsi kontrol masyarakat. Mereka berharap setiap proses hukum berjalan berdasarkan bukti dan aturan yang berlaku sehingga mampu memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Pos terkait