Dari Lahan Seluas 3.300 Meter Persegi, Polisi Kawal Potensi Panen Jagung Petani Kedopok

Otoritas.id | Probolinggo – Potensi produksi jagung warga menjadi salah satu perhatian Polsubsektor Kedopok, Polres Probolinggo Kota, dalam mendukung penguatan ketahanan pangan di wilayahnya. Pemantauan dilakukan dengan mendatangi langsung lahan pertanian warga sekaligus membuka ruang komunikasi dengan petani.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Jrebeng Lor Briptu Fadhilah K menyambangi lahan jagung milik Nopra di Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Sabtu (15/8/2026).

Bacaan Lainnya

Kunjungan yang dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB itu sekaligus menjadi bagian dari upaya kepolisian memantau keberlangsungan budidaya tanaman pangan masyarakat. Petugas melihat langsung kondisi tanaman yang tengah dipersiapkan menuju masa panen.

Lahan dengan luas kurang lebih 3.300 meter persegi tersebut ditanami jagung varietas ADV Jago. Penanaman dilakukan pada 8 Juni 2026 dan berdasarkan perhitungan masa tanam, panen diperkirakan berlangsung pada 9 September 2026.

Dari lahan tersebut, petani diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 2,8 hingga 3,2 ton jagung. Angka tersebut menjadi potensi produksi yang terus dijaga melalui perawatan tanaman hingga waktu panen tiba.

Di lokasi, Briptu Fadhilah berdialog langsung dengan pemilik lahan. Pembicaraan tidak hanya menyangkut perkembangan tanaman, tetapi juga berbagai hal yang berkaitan dengan proses pemeliharaan serta hambatan yang mungkin dihadapi petani.

Kapolsubsektor Kedopok Ipda Hari Dwi Tjahjono, S.H., mengatakan kepolisian berupaya menempatkan Bhabinkamtibmas sebagai mitra masyarakat dalam berbagai kegiatan produktif, termasuk sektor pertanian.

“Pendampingan ini merupakan bagian dari kepedulian kami terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Kami ingin mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus menjaga komunikasi dengan petani tetap berjalan,” ungkap Hari.

Menurutnya, komunikasi secara langsung dapat menjadi jalur awal untuk mengetahui apabila terdapat persoalan yang membutuhkan perhatian. Petani pun diharapkan tidak menunggu sampai masalah menjadi besar sebelum menyampaikannya kepada petugas.

“Kalau ada kendala dalam perawatan tanaman ataupun persoalan keamanan di sekitar lahan, silakan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas. Kami akan membantu menghubungkan dengan pihak terkait sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Tidak hanya soal tanaman, aspek keamanan lingkungan juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Pemilik lahan dan warga sekitar diingatkan untuk menjaga kondisi kawasan pertanian agar tetap aman dan nyaman.

Masyarakat juga diajak memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Sikap saling menjaga dan membangun kerukunan dinilai penting untuk menciptakan suasana yang mendukung aktivitas pertanian warga.

Di tengah pemantauan tersebut, petugas turut memberikan semangat kepada petani agar tidak mengabaikan perawatan tanaman. Konsistensi dalam mengelola lahan hingga masa panen diharapkan mampu menjaga produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Bagi kepolisian, dukungan terhadap ketahanan pangan bukan hanya diwujudkan melalui pemantauan lahan. Hubungan yang terbangun antara petugas dan petani juga menjadi bagian penting agar informasi mengenai kondisi pertanian maupun keamanan dapat bergerak lebih cepat.

Polsubsektor Kedopok berkomitmen mempertahankan pola pendekatan tersebut dengan mendorong Bhabinkamtibmas aktif menyambangi masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan memberikan manfaat langsung sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dan warga.

Kegiatan monitoring berakhir dalam keadaan aman, tertib dan kondusif. Petani menyambut baik pendampingan yang dilakukan kepolisian sebagai bentuk perhatian terhadap sektor pertanian sekaligus upaya menjaga keamanan lingkungan. (Septyan)

Pos terkait