Warga Dua Dusun di Tongas Kembali Kesulitan Air, Polisi dan BPBD Turunkan Bantuan

Otoritas.id | Probolinggo – Persoalan ketersediaan air bersih kembali dirasakan warga Desa Sumber Kramat, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Kondisi tersebut mendorong Polsek Tongas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo kembali mengirimkan bantuan air bersih bagi masyarakat, Minggu (30/8/2026).

Sebanyak satu unit mobil tangki air bersih didatangkan untuk memenuhi kebutuhan warga di Dusun Krajan dan Dusun Mendek Wetan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Proses penyaluran berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Kapolsek Tongas Iptu Kumoro Seto, S.H., M.H., bersama sejumlah personel turun langsung melakukan pengamanan sekaligus pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan tersebut juga melibatkan Pemerintah Desa Sumber Kramat. Kepala Desa Sumber Kramat Jumadi, kepala dusun dari dua wilayah terdampak, serta petugas BPBD Kabupaten Probolinggo turut berada di lokasi untuk membantu kelancaran distribusi.

Krisis air bersih di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, warga melalui perangkat desa telah menyampaikan kebutuhan serupa kepada BPBD Kabupaten Probolinggo.

Permintaan pertama diajukan pada 31 Juli 2026 oleh Kepala Dusun Krajan dan Kepala Dusun Mendek Wetan. Menindaklanjuti permohonan itu, BPBD ketika itu telah mengirimkan satu mobil tangki air bersih ke Desa Sumber Kramat.

Akan tetapi, bantuan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan belum mencukupinya ketersediaan sumber air, warga kembali membutuhkan pasokan air bersih.

Situasi itu kemudian ditindaklanjuti Polsek Tongas bersama pihak Kecamatan Tongas. Komunikasi dan koordinasi dilakukan dengan BPBD Kabupaten Probolinggo agar distribusi air kembali dilakukan ke wilayah yang membutuhkan.

Upaya tersebut akhirnya mendapat respons dengan kembali dikirimkannya satu armada tangki air bersih pada Minggu siang.

Air yang didistribusikan berasal dari sumur bor. Setibanya di lokasi, air kemudian ditampung menggunakan wadah penampungan yang telah disiapkan masyarakat di masing-masing dusun.

Selama menghadapi keterbatasan air, sebagian warga terpaksa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan membeli air. Tidak hanya mengeluarkan biaya, masyarakat juga harus menggunakan jasa pengangkut untuk membawa air menuju rumah mereka.

Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih menjadi cukup berarti bagi masyarakat. Setidaknya, pasokan yang diterima diharapkan mampu mencukupi kebutuhan dasar warga selama beberapa hari mendatang.

Namun, persoalan tersebut belum sepenuhnya berakhir. Apabila hujan belum turun dengan intensitas yang memadai, kebutuhan pasokan air bersih diperkirakan kembali muncul.

Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap mendapat perhatian. Polsek Tongas, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan BPBD Kabupaten Probolinggo berkomitmen terus memantau kondisi di lapangan.

Kapolsek Tongas Iptu Kumoro Seto menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kebutuhan dasar.

Menurutnya, distribusi bantuan harus dipastikan berjalan tertib sehingga air bersih dapat diterima oleh warga yang memang membutuhkan.

“Kami bersama BPBD dan pemerintah desa berupaya memastikan bantuan air bersih dapat diterima masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga,” kata Iptu Kumoro Seto.

Ia menambahkan, komunikasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan selama masyarakat masih menghadapi keterbatasan air bersih.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan BPBD dinilai penting untuk menghadapi kondisi kekeringan, terutama ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Dengan adanya distribusi tersebut, masyarakat Desa Sumber Kramat diharapkan dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Bantuan serupa juga dapat kembali dilakukan apabila kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan yang mendesak. (Septyan)

Pos terkait