INDRAMAYU — Polres Indramayu Polda Jabar melaksanakan penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 dalam rangka mendukung program swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional di wilayah Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Kabag Binkar Ro SDM Polda Jawa Barat AKBP Condro Sasongko, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., Wakapolres Indramayu Kompol Tahir Muhiddin, S.E., S.I.K., M.M., CPHR., serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si.
Turut hadir pejabat utama Polres Indramayu, Kapolsek Gantar IPTU Sutarko, S.H., unsur Forkopimcam Gantar, gabungan kelompok tani Kecamatan Gantar, serta sekitar 50 warga Desa Mekarwaru.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Indramayu bersama Karo SDM Polda Jawa Barat dan Kabag Binkar Ro SDM Polda Jawa Barat juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan kelompok tani. Bantuan yang diberikan meliputi satu unit alat pemipil jagung, 50 paket sembako, pupuk sebanyak enam ton, serta bibit atau benih jagung sebanyak 300 kilogram.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. menyampaikan, ketahanan pangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga kesejahteraan petani, stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, dan ketahanan nasional.
“Kabupaten Indramayu memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dengan dukungan lahan yang luas, sumber daya manusia, serta semangat para petani, kita memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan produksi pangan, termasuk komoditas jagung,” kata AKBP Prianggo.
Ia menegaskan, melalui penanaman jagung Kuartal III tersebut, Polres Indramayu berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kapolres mengungkapkan, sejak Januari hingga September 2026, Polres Indramayu telah mendukung pelaksanaan penanaman jagung pada lahan seluas 64,5 hektare dengan hasil produksi mencapai 437,226 ton.
Menurut AKBP Prianggo, peran Polri dalam program tersebut tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
“Kami mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, penyuluh pertanian, kelompok tani, pelaku usaha, maupun seluruh masyarakat,” ujarnya.
Kapolres berharap setiap lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal, program pertanian dapat berjalan dengan baik, serta hasil produksi mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Sementara ditempat yang sama, Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad menyampaikan keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari kolaborasi untuk memastikan program pemerintah dapat berjalan dan memberikan kepastian bagi masyarakat, khususnya petani.
Menurutnya, dalam perspektif pemeliharaan keamanan modern, persoalan kesejahteraan dan kebutuhan dasar masyarakat juga memiliki keterkaitan dengan stabilitas keamanan.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita bersama dan ikhtiar untuk mendukung program pemerintah, khususnya swasembada jagung,” kata Kombes Pol Fadly Samad.
Ia menjelaskan, kepolisian bukan mengambil alih peran petani, melainkan hadir untuk mendukung koordinasi dan memastikan berbagai kebutuhan dalam program pertanian dapat terhubung dengan instansi terkait.
Pendampingan tersebut mulai dari pemetaan dan pemanfaatan lahan, akses permodalan, ketersediaan pupuk dan benih, pendampingan penyuluh pertanian, hingga memastikan hasil panen memiliki akses pasar yang jelas.
“Polisi bukan tugasnya menanam jagung, tetapi kehadiran kita untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” jelasnya.
Kombes Pol Fadly juga mendorong agar lahan-lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, khususnya pada musim kemarau, dapat dipetakan untuk tanaman yang sesuai, termasuk jagung.
Ia menilai kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian lapangan sangat penting agar petani mendapatkan pendampingan teknis sehingga hasil produksi dapat maksimal.
Selain itu, dukungan akses pembiayaan dan ketersediaan sarana produksi pertanian perlu dikoordinasikan secara tepat agar benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat kepada kelompok tani.
Menurutnya, pendampingan juga perlu dilakukan hingga tahap pascapanen sehingga petani memiliki kepastian mengenai penyerapan hasil produksi dan tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan jagung.
Kombes Pol Fadly berharap potensi pertanian Kabupaten Indramayu dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, kepolisian, TNI, dinas terkait, kelompok tani, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan.
“Tugas kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.
Melalui penanaman jagung serentak tersebut, pihaknya berharap produktivitas pertanian semakin meningkat sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Indramayu dalam mendukung swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.







