Otoritas.id | Probolinggo – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan warga RT 3 RW 7, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Warga setempat menggelar kerja bakti dengan sasaran utama membersihkan gorong-gorong di sepanjang Jalan Patimura, Minggu (6/9/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata semangat gotong royong warga dalam menjaga kebersihan sekaligus memastikan saluran air di lingkungan permukiman tetap berfungsi dengan baik. Sejumlah warga tampak turun langsung melakukan pembersihan secara bersama-sama.
Gorong-gorong yang menjadi sasaran kerja bakti memiliki panjang sekitar 150 meter. Kondisi saluran yang terdapat endapan tanah dan material lainnya mendorong warga untuk melakukan pembersihan agar aliran air tidak terganggu.
Kerja bakti berlangsung secara swadaya dengan memanfaatkan berbagai peralatan sederhana yang tersedia di lingkungan warga. Di antaranya cangkul, bambu panjang, sekop, sapu, serta argo yang digunakan untuk mengangkat sedimen dan endapan tanah dari dalam gorong-gorong.
Ketua RT 3 RW 7 Kelurahan Mangunharjo, Imam Kusdiono, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan, khususnya saluran air yang berada di Jalan Patimura.
Imam menjelaskan, sebelum kegiatan dimulai, warga terlebih dahulu mempersiapkan sejumlah peralatan yang akan digunakan untuk membersihkan gorong-gorong. Setelah itu, warga membagi tugas agar proses pembersihan sepanjang 150 meter tersebut dapat dilakukan secara efektif.
Menurut Imam, proses pembersihan dilakukan dengan mengangkat berbagai endapan tanah yang berada di dalam saluran. Warga menggunakan cangkul dan sekop untuk mengeruk material yang menumpuk, sementara bambu panjang dimanfaatkan untuk menjangkau bagian gorong-gorong yang sulit dibersihkan secara langsung.
“Warga bekerja secara bergotong royong. Ada yang masuk dan membersihkan bagian gorong-gorong, ada yang membantu menarik material keluar, kemudian sedimen yang sudah terkumpul diangkat menggunakan argo,” kata Imam.
Imam menambahkan, penggunaan peralatan sederhana tidak menyurutkan semangat warga untuk menyelesaikan pekerjaan. Justru, kebersamaan dan kekompakan menjadi modal utama sehingga pembersihan dapat dilakukan secara bertahap di sepanjang saluran.
Ia berharap kegiatan kerja bakti tersebut tidak hanya dilakukan ketika kondisi gorong-gorong sudah dipenuhi endapan. Menurutnya, pemeliharaan saluran secara berkala perlu dilakukan agar kebersihan lingkungan tetap terjaga dan potensi gangguan aliran air dapat diminimalkan.
“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi kebiasaan warga. Kalau lingkungan dirawat bersama, pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan dan hasilnya juga bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Imam.
Sementara itu, Lurah Mangunharjo, Ikromi Wida Utama, memberikan apresiasi terhadap inisiatif warga RT 003 RW 007 yang secara mandiri menggelar kerja bakti membersihkan gorong-gorong di Jalan Patimura.
Ikromi menilai keterlibatan langsung masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal positif yang perlu terus dipertahankan. Menurutnya, pemerintah kelurahan tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah warga yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungannya. Kerja bakti seperti ini menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih tumbuh dan berjalan dengan baik di tengah masyarakat,” kata Ikromi.
Ia menyebut kebersihan saluran air memiliki keterkaitan erat dengan kenyamanan lingkungan. Karena itu, upaya warga membersihkan endapan tanah dan material di dalam gorong-gorong dinilai menjadi langkah preventif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Ikromi juga mendorong agar semangat gotong royong tersebut dapat ditularkan ke lingkungan RT maupun RW lainnya. Menurutnya, kegiatan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.
“Harapan kami, kepedulian warga seperti ini terus dijaga. Pemerintah kelurahan tentu mendukung berbagai kegiatan positif masyarakat yang bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Apresiasi senada disampaikan Sekretaris BPBD Kota Probolinggo, Dedy Ristantama. Ia menilai kegiatan pembersihan gorong-gorong yang dilakukan warga merupakan bentuk kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga kondisi lingkungan.
Dedy mengatakan, pembersihan saluran air secara rutin dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam mengantisipasi berbagai persoalan yang dapat muncul akibat saluran yang tidak terawat. Karena itu, keterlibatan warga dalam kegiatan tersebut patut mendapatkan apresiasi.
“Kegiatan warga ini sangat positif karena selain menjaga kebersihan lingkungan, juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga fungsi saluran air. Masyarakat secara langsung mengambil peran dalam melakukan pencegahan,” kata Dedy.
Menurut Dedy, kegiatan tersebut juga sejalan dengan program Gotku Resik yang selama ini menjadi bagian dari upaya BPBD Kota Probolinggo dalam mendorong kepedulian terhadap kebersihan dan kesiapsiagaan lingkungan.
Ia menjelaskan, program Gotku Resik tidak hanya berkaitan dengan kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga mendorong masyarakat agar memiliki kesadaran untuk mengenali dan mengurangi potensi persoalan lingkungan sejak dini.
“Ketika masyarakat mau turun langsung membersihkan lingkungan, termasuk gorong-gorong, sebenarnya mereka sudah ikut membangun budaya kesiapsiagaan. Hal seperti ini sangat penting karena penanganan lingkungan akan lebih efektif apabila dilakukan bersama-sama,” ujar Dedy.
Dedy berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang di berbagai wilayah Kota Probolinggo. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan berbagai unsur terkait menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
Kerja bakti warga RT 3 RW 7 tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi aktivitas membersihkan gorong-gorong. Kegiatan itu juga menjadi ruang mempererat kebersamaan, membangun kepedulian, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Dengan peralatan sederhana dan tenaga warga yang dikerahkan secara bersama-sama, pembersihan gorong-gorong sepanjang 150 meter di Jalan Patimura menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tingkat masyarakat paling bawah.
Warga berharap kondisi gorong-gorong yang telah dibersihkan dapat tetap terjaga. Mereka juga berkomitmen untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti secara berkala sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.







