Polres Probolinggo Awasi Distribusi BBM, Antrean di SPBU Jadi Perhatian

Otoritas.id | Probolinggo – Pergerakan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Probolinggo menjadi perhatian jajaran kepolisian. Hal ini menyusul munculnya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Merespons kondisi tersebut, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Probolinggo melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU, Jumat (11/9/2026).

Bacaan Lainnya

Pengecekan lapangan dilakukan untuk mengetahui kondisi riil ketersediaan BBM sekaligus memastikan proses penyalurannya kepada masyarakat berlangsung normal.

Sejumlah aspek menjadi sasaran pemeriksaan petugas. Di antaranya jumlah stok BBM, aktivitas pelayanan, kondisi fasilitas SPBU serta situasi antrean kendaraan yang terjadi di lokasi.

Langkah kepolisian tersebut sekaligus menjadi upaya deteksi dini apabila terdapat persoalan dalam rantai pasokan BBM yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat.

Berdasarkan hasil monitoring sementara, stok BBM di wilayah Kabupaten Probolinggo masih tergolong stabil. Ketersediaan yang ada dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana mengatakan, pemantauan dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan gangguan pasokan.

“Secara umum ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Probolinggo masih relatif stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, munculnya antrean di beberapa SPBU diduga berkaitan dengan terganggunya pengiriman BBM dari Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi, Banyuwangi.

Gangguan tersebut tidak terlepas dari kondisi lalu lintas pada jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang yang mengalami kemacetan. Situasi itu kemudian berpotensi memengaruhi kelancaran armada pengangkut BBM.

Meski terdapat hambatan distribusi, kepolisian memastikan kondisi tersebut tetap dipantau agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

“Monitoring ini difokuskan pada pengecekan jumlah stok BBM, kondisi sarana dan prasarana SPBU, serta pelayanan penyaluran BBM kepada masyarakat,” jelas AKP I Made Kembar.

Menurutnya, pemantauan tidak hanya dilakukan untuk melihat jumlah BBM yang tersedia. Kepolisian juga ingin memastikan pelayanan kepada konsumen tetap berjalan sesuai ketentuan.

Koordinasi dengan pengelola SPBU menjadi bagian dari langkah tersebut. Informasi mengenai stok dan kondisi penyaluran terus dihimpun untuk mengetahui perkembangan pasokan dari waktu ke waktu.

Kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi apabila hambatan distribusi memberikan dampak terhadap ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Kami akan terus melakukan monitoring dan koordinasi untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” kata AKP I Made Kembar.

Ia menambahkan, langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan distribusi maupun kelangkaan BBM.

“Kami juga mengantisipasi agar tidak terjadi gangguan distribusi maupun kelangkaan,” imbuhnya.

Dalam pengecekan tersebut, petugas turut mengingatkan pengelola SPBU untuk memberikan pelayanan secara transparan kepada masyarakat.

Pengelola juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan konsumen, termasuk segala bentuk penyalahgunaan maupun penyelewengan BBM.

Pengawasan terhadap penyaluran menjadi penting untuk memastikan BBM yang tersedia benar-benar dapat dinikmati masyarakat sesuai peruntukannya.

Di tengah adanya antrean, kepolisian juga mengantisipasi kemungkinan munculnya tindakan pihak tertentu yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan secara tidak semestinya.

Karena itu, komunikasi antara petugas kepolisian, pengelola SPBU dan instansi terkait terus diperkuat.

Polres Probolinggo memastikan monitoring tidak berhenti pada sidak yang dilakukan Jumat tersebut. Kondisi stok dan distribusi BBM akan terus dipantau secara berkala.

Apabila ditemukan indikasi gangguan dalam penyaluran, langkah koordinasi dan penanganan akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

Dengan pengawasan tersebut, kepolisian berupaya menjaga stabilitas distribusi BBM sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan secara tertib.

Hasil pemantauan sementara menunjukkan ketersediaan BBM di Kabupaten Probolinggo masih relatif stabil dan mencukupi.

Polres Probolinggo pun mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi BBM untuk menjaga koordinasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketersediaan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Pengawasan secara berkelanjutan diharapkan mampu memastikan rantai distribusi tetap berjalan dan kebutuhan BBM masyarakat Kabupaten Probolinggo dapat terpenuhi. (Septyan)

Pos terkait