Otoritas.id | Lumajang – Di tengah menjamurnya usaha jasa potong rambut modern, sebuah Mini Babershop sederhana di wilayah pedesaan Kabupaten Lumajang justru mampu menarik perhatian masyarakat. Usaha milik Bahrusyofan Hasanudin itu kini menjadi langganan banyak pelanggan berkat hasil cukuran rapi dan harga yang terjangkau.
Mini Babershop tersebut berada di Dusun Krajan RT 06 RW 02 Desa Pejarakan Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang. Meski baru membuka gerai di lokasi tersebut sejak awal tahun 2025, antusiasme masyarakat terhadap jasa cukur rambut miliknya terus meningkat dari hari ke hari.
Setiap sore hingga malam hari, tempat cukur sederhana itu terlihat ramai didatangi pelanggan dari berbagai usia. Mulai anak-anak, remaja hingga orang dewasa rela mengantre untuk mendapatkan hasil potongan rambut yang dinilai cocok dengan tren masa kini.
Mini Babershop itu buka setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Dalam sehari, jumlah pelanggan yang datang bahkan bisa mencapai lebih dari 10 orang, terutama pada akhir pekan dan menjelang hari libur.
Dengan tarif hanya Rp15 ribu per kepala, pelanggan mengaku puas dengan hasil potongan rambut yang rapi dan pelayanan yang ramah. Harga ekonomis tersebut menjadi salah satu alasan mengapa tempat itu cepat dikenal masyarakat sekitar.
Tidak hanya mengandalkan harga murah, Bahrusyofan juga memiliki slogan khas bertajuk “Potongan Tepat, Gaya Melekat”. Akronim tersebut perlahan menjadi identitas tersendiri bagi usaha miliknya dan membuat pelanggan penasaran untuk mencoba layanan yang diberikan.
Bahrusyofan mengatakan bahwa usaha barbershop bukan hal baru baginya. Ia telah memulai perjalanan usahanya sejak tahun 2019 silam dengan membuka jasa potong rambut di Desa Tempeh Tengah Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang.
“Awalnya saya belajar karena memang suka dunia hairstyling dan ingin punya usaha sendiri. Tahun 2019 saya mulai buka kecil-kecilan di Tempeh Tengah sampai tahun 2022,” ujar Bahrusyofan saat ditemui di tempat usahanya, Minggu (24/05/2026).
Setelah beberapa tahun menjalankan usaha di Tempeh Tengah, ia kemudian mencoba peruntungan di wilayah Kota Lumajang tepatnya di kawasan sekitar Ruko Toga. Pengalaman berpindah tempat usaha tersebut membuat keterampilannya semakin berkembang.
Menurutnya, dunia barber membutuhkan ketelitian dan kemampuan membaca karakter pelanggan. Sebab setiap orang memiliki model rambut dan gaya yang berbeda-beda sesuai keinginan masing-masing.
“Kalau pelanggan puas, biasanya mereka akan datang lagi bahkan ngajak teman-temannya. Itu yang saya jaga sampai sekarang, bagaimana hasil potongan sesuai permintaan pelanggan,” katanya.
Kemampuan memotong rambut yang dimiliki Bahrusyofan bukan diperoleh secara instan. Ia mengaku pernah mengikuti pelatihan khusus barber selama lebih dari satu bulan hingga akhirnya memiliki sertifikat kompetensi keahlian.
“Saya sempat ikut pelatihan cukup lama untuk mendalami teknik potong rambut modern. Dari situ saya belajar banyak soal teknik fade, gradasi sampai cara pelayanan ke pelanggan,” ungkapnya.
Keberadaan Mini Babershop tersebut kini mulai dikenal luas di wilayah desa Pejarakan dan sekitarnya. Banyak pelanggan datang karena rekomendasi dari teman maupun unggahan media sosial yang menampilkan hasil cukuran rapi khas Bahrusyofan.
Meski tempat usahanya tergolong sederhana, suasana nyaman dan pelayanan santai menjadi daya tarik tersendiri. Pelanggan dapat bercukur sambil berbincang ringan sehingga membuat suasana terasa akrab dan tidak kaku.
Bahrusyofan berharap usahanya terus berkembang dan bisa membuka tempat yang lebih besar di masa mendatang. Ia juga ingin membuktikan bahwa usaha kecil di desa mampu bersaing jika ditekuni dengan serius dan mengutamakan kualitas pelayanan kepada pelanggan. (Septyan)







